SIAGA-FM – Sedikitnya, 376 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sejak awal Agustus 2026 tercatat di Kota Pekanbaru sejak kabut asap menyelimuti.
Kondisi tersebut
memicu kekhawatiran akan meningkatnya gangguan kesehatan masyarakat apabila
kualitas udara terus memburuk. Terlebih, kabut asap mulai muncul dan terlihat
di sejumlah kawasan Pekanbaru dalam beberapa hari terakhir.
Dengan meningkatnya
kasus ISPA dan mulai munculnya kabut asap, pemantauan kualitas udara serta
koordinasi lintas instansi dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah
dampak yang lebih luas.
Anggota Komisi III
DPRD Pekanbaru, Muhammad Sabarudi, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru
memperkuat koordinasi lintas instansi untuk mengantisipasi dampak kabut asap
terhadap kesehatan masyarakat.
Menurutnya,
koordinasi perlu melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, BMKG hingga
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Langkah tersebut
dinilai penting agar kondisi kualitas udara dapat dipantau secara berkala dan
kebijakan dapat segera diambil jika situasi memburuk.
"Agar memantau
kondisi udara di Pekanbaru. Kasusnya kalau tidak salah, asap kiriman banyak
dari daerah lain," kata Sabarudi, Kamis kemarin.
Sabarudi menilai,
koordinasi antarlembaga menjadi penting karena kabut asap tidak hanya
berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko
gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak.(*)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar