BPBD Probolinggo Minta Status Tanggap Darurat Diperpanjang - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad



Jumat, 27 Maret 2026

BPBD Probolinggo Minta Status Tanggap Darurat Diperpanjang

SIAGA-FM – Status tanggap darurat bencana di Kabupaten Probolinggo diusulkan diperpanjang hingga 30 Juni 2026.

 

Jembatan putus akibat diterjang banjir. (Foto: BPBD Probolinggo)

Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief menyusul tingginya potensi bencana di wilayah setempat saat Rakor koordinasi siaga bencana baru-baru ini.

 

"Status tanggap darurat bencana cuaca ekstrem dan hidrometeorologi basah yang sebelumnya berakhir pada 31 Maret 2026, saat ini diusulkan untuk diperpanjang hingga 30 Juni 2026," kata Oemar.

 

Menurut Oemar, sejak awal 2026, kejadian bencana di Probolinggo didominasi banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor. Kondisi tersebut membuat penanganan darurat masih terus berlangsung di sejumlah wilayah.

 

"Kami mengusulkan perpanjangan status tanggap darurat hingga 30 Juni 2026 karena progres penanganan masih berjalan dan potensi bencana masih ada. Pelaksanaan di lapangan juga menunggu kondisi potensi bahaya berkurang," ujarnya.

 

Oemar mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada masa pancaroba Maret hingga April 2026.

 

Potensi bencana yang perlu diwaspadai antara lain angin kencang, puting beliung, petir, serta hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi singkat.

 

Berdasarkan prediksi, curah hujan pada April masih tergolong tinggi, sementara memasuki Mei mulai menurun dan Juni diperkirakan memasuki musim kemarau. Walakin, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi bencana peralihan musim.

 

Di sisi lain, Oemar mengingatkan agar informasi kebencanaan tetap satu pintu melalui BPBD guna menghindari simpang siur informasi dan mencegah hoaks. (antara/mcr12/jpnn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad