SIAGA-FM – BNPB instruksikan seluruh pemerintah daerah memperkuat langkah mitigasi menyusul fenomena bencana alam yang terjadi secara tidak merata di berbagai wilayah Indonesia.
“Saat beberapa daerah masih dilanda banjir, wilayah lain
seperti Riau justru sudah mengalami kebakaran hutan dan lahan hingga ribuan
hektare. Ini perlunya daerah melakukan antisipasi sejak dini,” ujar Suharyanto,
Jumat (27/3/2026).
Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah
Indar Parawansa mengungkapkan, indikasi kekeringan sudah mulai terdeteksi
di beberapa wilayah, termasuk Kabupaten Tuban.
Berdasarkan data BMKG, kondisi ini diprediksi akan terus
meningkat sejak April dan mencapai puncaknya pada Agustus 2026.
Khofifah memberikan perhatian khusus pada sektor
pertanian, terutama tanaman padi yang sangat bergantung pada stabilitas pasokan
air. Upaya menjaga Indeks Pertanaman (IP) menjadi prioritas utama guna
memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga di tengah ancaman cuaca ekstrem.
“Ketahanan pangan adalah kebutuhan nasional. Pak Kepala
BNPB memiliki peta komprehensif yang menjadi panduan bagi kami untuk melakukan
rencana aksi (plan of action) yang detail dan terukur,” tutur Khofifah.
Langkah antisipasi ini memiliki implikasi luas bagi
masyarakat, terutama petani dan warga di daerah rawan kekeringan.
Kolaborasi lintas sektor dari tingkat desa hingga pusat
diharapkan mampu mencegah krisis pangan dan kerugian ekonomi akibat bencana
hidrometeorologi yang tidak menentu.
Untuk itu, Khofifah menyatakan perlunya beberapa hal
sebagai berikut,
- Penguatan Satgas Darat: Gubernur Jawa Timur akan menginstruksikan apel kesiapsiagaan di tingkat kabupaten/kota guna memastikan personel dan alat pemadam siap beroperasi.
- Penyediaan Sumber Air: Pembangunan sumur bor dalam serta optimalisasi distribusi air bersih di wilayah-wilayah yang mulai terdampak krisis air.
- Operasi Modifikasi Cuaca (TMC): Rekayasa cuaca akan dilakukan untuk mengisi cadangan air di embung dan waduk sebagai antisipasi pemadaman api.
- Penyiagaan Helikopter Water Bombing: Penempatan armada udara di Lanud Iswahjudi Madiun atau Bandara Juanda untuk mempercepat respons di area pegunungan.
(ist)









.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar