Tingkatkan Kapasitas, BNPB Gelar Bimtek Logpal TRC PB Wilayah Timur - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad


Post Top Ad



Jumat, 28 November 2025

Tingkatkan Kapasitas, BNPB Gelar Bimtek Logpal TRC PB Wilayah Timur


SIAGA
-FM
– Sejumlah BPBD dari berbagai daerah di Indonesia Timur, ikuti Bimbingan Teknis Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana Bidang Logistik dan Peralatan Tahun 2025. Kegiatan tersebut resmi digelar di Makassar mulai Rabu, 26 November 2025.

 

Saat pembukaan kegiatan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. M. Ishaq Iskandar, M.Kes., M.M., M.H., menekankan pentingnya penguatan kapasitas TRC sebagai ujung tombak penanganan kedaruratan.

 

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada BNPB atas konsistensi dalam meningkatkan kompetensi daerah dalam respons bencana. Kegiatan ini dinilai strategis karena TRC memegang peran penting dalam kaji cepat, evakuasi, serta distribusi logistik pada situasi darurat.

 

Ishaq memaparkan tingginya tingkat kerawanan bencana di provinsi tersebut, terutama bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan cuaca ekstrem.

 

Diketahui, sepanjang Januari hingga November 2025, tercatat 724 kejadian bencana dengan dampak signifikan berupa korban jiwa, kerusakan sarana prasarana, serta kerugian mencapai lebih dari Rp 68 miliar.

 

Menurut Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI), wilayah Indonesia Timur memiliki potensi bencana geologis dan hidrometeorologis yang tinggi, sehingga peningkatan kapasitas daerah menjadi kebutuhan yang mendesak.

 


Sementara itu Dra. Andi Eviana, M.Si. selaku Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, dalam sambutannya memaparkan gambaran lebih luas mengenai kondisi kebencanaan nasional.

 

Berdasarkan data yang diterbitkan BNPB per tanggal 26 November 2025, tercatat telah terjadi 2.942 kejadian bencana terjadi sepanjang 2025, yang didominasi bencana hidrometeorologi hingga 98 persen. Dampaknya sangat besar, mulai dari 5.612.276 jiwa terdampak hingga kerusakan infrastruktur yang mencapai 36.799 unit. Dengan nilai kerugian ekonomi diperkirakan mencapai Rp 22,8 triliun. Sementara alokasi pemerintah masih jauh dari kebutuhan, sehingga inovasi pembiayaan seperti Pooling Fund Bencana menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan anggaran.

 

Andi Eviana juga menegaskan, sistem logistik dan peralatan merupakan faktor penentu keberhasilan penanggulangan bencana, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

 

Daerah didorong untuk memperkuat kemandirian melalui penyediaan anggaran pemeliharaan dan operasional, membangun kemitraan dengan dunia usaha dan lembaga internasional, serta aktif melaporkan peralatan melalui aplikasi Lapor Logpal dan Lapor Klaster BNPB, agar kapasitas daerah dapat dipetakan secara akurat. Upaya itu dinilai penting agar penanganan bencana dapat berjalan cepat, terukur, dan responsif.

Pada kesempatan itu, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan juga menjadi salah satu pemateri yang menjelaskan pentingnya sistem manajemen logistik dan Peralatan.

 

Pada bimtek ini juga disampaikan berbagai materi teknis seperti kaji kebutuhan, sistem pergudangan, mekanisme distribusi, serta pendirian tenda pengungsi dan pengoperasionalan Water Treatment Portable (WTP) turut dibarengi dengan sesi simulasi untuk memastikan peserta memahami praktik lapangan secara langsung.

 

Kegiatan Bimtek TRC 2025 ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia BPBD di seluruh wilayah Indonesia Timur. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, BNPB berharap seluruh peserta mampu mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh untuk memperkuat kesiapan daerah dalam menghadapi tantangan kebencanaan yang semakin kompleks di masa mendatang.(SP/Foto: Dok BNPB)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad