SIAGA-FM – Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menuturkan, rumah-rumah untuk korban banjir Sumatera akan didirikan di luar zona rawan bencana.
Kerusakan rumah akibat banjir di Desa Bungkah, Kecamatan
Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (19/12/2025)(KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO)
"Pertama, status
lahan yang jelas (clean and clear) dan berada di luar zona rawan bencana guna
menghindari risiko di masa depan," kata Abdul Muhari saat konferensi pers
secara virtual, Senin (22/12/2025).
Pemerintah mulai
mempercepat pembangunan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap)
bagi korban banjir Sumatera.
"Memasuki fase akhir
tanggap darurat, pemerintah mulai mempercepat pembangunan hunian sementara
(Huntara) dan hunian tetap (Huntap) sesuai arahan Bapak Presiden (Prabowo
Subianto)," kata Muhari.
Untuk di Aceh, progres
pembangunan sudah berjalan di lima kabupaten/kota dan di Sumatera Utara
sebanyak tiga kabupaten/kota, dengan dua di antaranya sudah melakukan peletakan
batu pertama.
Kemudian, pembangunan di
enam kabupaten/kota di Sumatera Barat yang saat ini seluruhnya sudah dalam
tahap pematangan lahan.
"Pemerintah
berkomitmen untuk terus mendampingi seluruh kabupaten/kota agar proses transisi
dari darurat menuju pemulihan dini dapat selesai pada akhir Desember ini,"
ucapnya.
Harapannya, kata Abdul,
warga terdampak sudah bisa pindah ke hunian sementara jelang bulan Ramadhan
2026.






.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar