SIAGA-FM – BNPB mengumumkan, sebelas daerah di Indonesia masih mempertahankan status tanggap darurat bencana.
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id
Sebagian besar wilayah terdampak, yakni sepuluh
kabupaten/kota, berada di Provinsi Aceh, sementara satu daerah krusial lainnya
adalah Kabupaten Agam di Sumatra Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan
BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan data terbaru ini dalam konferensi pers pada
Minggu (4/1), menyoroti tantangan pemulihan pascabencana yang masih berlanjut.
Situasi di Aceh
menunjukkan, sepuluh kabupaten/kota masih dalam fase tanggap darurat. Selain
itu, delapan daerah lainnya berada dalam status transisi darurat, menandakan
bahwa proses pemulihan dan rekonstruksi sedang berjalan namun belum sepenuhnya
stabil.
Daftar wilayah di
Aceh yang memperpanjang status tanggap darurat meliputi Pidie, Pidie Jaya,
Bireuen, Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Timur, Aceh Tengah, Nagan Raya, Gayo
Lues, dan Aceh Tamiang. Keberlanjutan status ini menunjukkan kompleksitas dan
skala kerusakan yang memerlukan penanganan jangka panjang.
Sementara di
Sumatra Barat, perhatian utama tertuju pada Kabupaten Agam. Wilayah ini terus
dihantam oleh longsor susulan yang signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Abdul Muhari
menjelaskan, fenomena "galodo"—banjir lumpur yang disertai bebatuan
besar—masih kerap terjadi, bahkan hingga tiga hari sebelum pernyataan ini
dikeluarkan.
Potensi longsor
susulan masih sangat tinggi, terutama jika hujan dengan intensitas sedang
mengguyur dalam durasi yang cukup lama, menambah kekhawatiran akan dampak
bencana yang berkelanjutan.(ist)






.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar