Pemkab Cianjur Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga Mei 2026 - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad


Minggu, 18 Januari 2026

Pemkab Cianjur Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga Mei 2026


SIAGA
-FM
– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, menerapkan status siaga bencana hidrometeorologi hingga Mei 2026. Hal itu sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi cuaca fase ekstrem dan potensi ancaman bencana.

 

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Asep Sudrajat mengatakan, curah hujan tinggi terjadi di hampir semua wilayah di Cianjur, sehingga berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.

 

Asep mengatakan, wilayah Cianjur memiliki tingkat risiko kebencanaan yang tinggi. Beragam jenis bencana berpotensi terjadi, seperti banjir, longsor, pergeseran tanah, hingga angin kencang dan puting beliung.

 

"Seperti di wilayah selatan, mulai dari Cibeber hingga Sindangbarang, rawan longsor dan pohon tumbang. Sedangkan di wilayah pesisir, terdapat ancaman banjir rob dan gelombang tinggi,” ujar Asep seperti diberitakan Kompas.com, Sabtu (17/1/2026).

 

Ia menyebut, hampir seluruh wilayah di Cianjur rawan bencana hidrometeorologi. Oleh karena itu, menurut Asep, berbagai potensi bencana perlu diantisipasi sejak dini untuk mencegah korban jiwa dan kerugian materil.

 

“Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat juga gencar dilakukan, terutama bagi warga yang tinggal di zona merah. Seluruh relawan atau Retana di setiap desa juga kita gerakkan untuk memastikan warga lebih siap menghadapi pontensi bencana,” katanya.

 

Asep juga meminta warga agar dapat memitigasi bencana dan lebih peka terhadap gejala alam.

 

“Misalnya, apabila terjadi hujan lebat yang berlangsung terus-menerus dan lama, segera bersiap untuk mengevakuasi diri secara mandiri,” ujarnya.

 

Asep mengungkap, sepanjang 2025, BPBD Cianjur mencatat 243 kejadian bencana, Dengan rincian, 125 kejadian longsor dan pergeseran tanah, 49 kejadian banjir, dan 69 kejadian akibat cuaca ekstrem.

 

“Dari seluruh kejadian tersebut, tercatat satu orang meninggal dunia, 2.200 rumah mengalami kerusakan, dan sebanyak 12.837 jiwa terdampak dan sempat mengungsi,” kata Asep.(source: kompascom)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad