SIAGA-FM – Bencana tanah bergerak landa Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna
memaparkan, bencana tersebut terjadi pada 22 Februari lalu. Kini, pihak BPBD
tengah melakukan assessment ulang
guna memenuhi kebutuhan para warga terdampak.
“Rumah dengan kategori rusak ringan sebanyak 20 unit,
rusak sedang 17, dan rumah dengan kategori rusak berat sebanyak 13 unit,” kata
Daeng dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/3/2026) malam.
Daeng mengatakan, dari dampak pergerakan tanah itu
sekitar 104 kepala keluarga terdampak atau 334 jiwa terdampak. Sebagian di
antara mereka memilih mengungsi ke sanak saudara, sebagian lainnya bertahan di
tenda pengungsian.
“Sebanyak 51 Kepala Keluarga atau 168 jiwa, pengungsi di
tenda darurat ada 48 kepala Keluarga atau 160 jiwa, dan pengungsi yang memiliki
mengontrak rumah ada 1 kepala keluarga,” ujarnya.
Tak hanya rumah permukiman milik warga, pondok pesantren
Haryadul Fallah yang berada di lokasi pergerakan tanah tersebut juga ikut
terkena dampak.
Sebagian warga memutuskan untuk mengungsi ke sanak
saudara, tetapi warga lainnya memilih bertahan di tenda darurat.
Saat ini pihak BPBD Kabupaten Sukabumi telah menyediakan
10 tenda darurat. Tenda tersebut telah dipasang sebanyak 6 unit dan 4 unit
lainnya disiagakan di kantor desa.
"Sebanyak enam unit tenda jenis family terpasang dan
empat unit disiagakan di kantor desa guna mengantisipasi ketika tenda yang
terpasang kurang," ucap Daeng.(*/Foto: Dok. warga)





.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar