Momen Lebaran, Kawasan Wisata Rawan Bencana di Jatim Jadi Perhatian Serius - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad


Jumat, 13 Maret 2026

Momen Lebaran, Kawasan Wisata Rawan Bencana di Jatim Jadi Perhatian Serius

SIAGA-FM – Tempat wisata di Probolinggo dan Malang Raya lokasi yang diprediksi rawan bencana.

 

Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi di Mapolda Jatim, Kamis (12/3/2026). (KOMPAS.com/IZZATUN NAJIBAH )


Direktorat Lalu Lintas (Dit Lantas) Polda Jawa Timur melakukan pemetaan untuk hal itu. Pemetaan ini dalam rangka menyambut momen libur Lebaran 2026.

 

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Jawa Timur masih mengalami curah hujan tinggi hingga akhir Maret. Karena itu, sejumlah kawasan wisata butuh kewaspadaan.

 

“Diprediksi ada cuaca ekstrem di beberapa tempat yaitu hujan deras, angin kencang, dan petir,” kata Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, Kamis (12/3/2026).

 

Polda Jatim memetakan, kawasan wisata yang rawan bencana di Jawa Timur berada di Kabupaten Probolinggo, Lumajang dan Malang Raya yang meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu.

 

“Orang yang akan berkunjung ke Semeru, kemudian Api Abadi, Malang dan sekitarnya. Itu adalah lokasi-lokasi yang beberapa tempat diprediksikan berpotensi longsor,” sambungnya.

 

Berdasarkan laporan yang dihimpun Dit Lantas Polda Jatim, Malang Raya menjadi daerah tujuan wisata favorit ketiga di Indonesia saat libur panjang Idul Fitri 2026. Selain itu, kawasan Pacet Mojokerto perlu diwaspadai oleh masyarakat.

 

Berkaca pada tahun sebelumnya, terjadi longsor dan banjir bandang di jalur tanjakan saat libur panjang Idul Fitri hingga menewaskan korban jiwa. Terbaru, akses jalan Ponorogo-Trenggalek ditutup total setelah Km 16 di Dusun Pacar, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, terjadi longsor pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

 

“Kami sudah koordinasi dengan Badan Geologi dan bersurat kepada Pemerintah Trenggalek untuk kemudian jalur tersebut sekiranya aman atau tidak untuk dibuka dan digunakan lalu lintas seperti biasa,” katanya.

 

Sebagai informasi, Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan pergerakan arus mudik tertinggi secara nasional. Tahun ini, diperkirakan ada 27,9 juta pemudik yang akan datang ke Jawa Timur. Sementara pemudik asal Jawa Timur diprediksi berjumlah 17,12 juta.

 

Puncak arus mudik dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama diprediksi terjadi tanggal 14-15 Maret dan kedua 18-19 Maret 2026. Sementara arus balik terjadi pada 24-25 Maret 2026.

 

Aparat telah mengantisipasi lonjakan pemudik ini dengan menerjunkan personel gabungan. Terdiri dari Polri (9.609 personel), TNI (1.313 personel), dan instansi lain (5.404 personel).

 

Seluruh personel tersebut akan mengamankan di 238 pos (172 Pos Pam, 45 Pos Yan, 21 Pos Terpadu) di 20.097 lokasi selama Operasi Ketupat Semeru yang digelar 13 hari mulai 13-25 Maret 2025.(source: kompascom)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad