SIAGA-FM – Tempat wisata di Probolinggo dan Malang Raya lokasi yang diprediksi rawan bencana.
Direktorat Lalu Lintas (Dit Lantas) Polda Jawa Timur
melakukan pemetaan untuk hal itu. Pemetaan ini dalam rangka menyambut momen
libur Lebaran 2026.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan
Geofisika (BMKG), Jawa Timur masih mengalami curah hujan tinggi hingga akhir
Maret. Karena itu, sejumlah kawasan wisata butuh kewaspadaan.
“Diprediksi ada cuaca ekstrem di beberapa tempat yaitu
hujan deras, angin kencang, dan petir,” kata Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol
Iwan Saktiadi, Kamis (12/3/2026).
Polda Jatim memetakan, kawasan wisata yang rawan bencana
di Jawa Timur berada di Kabupaten Probolinggo, Lumajang dan Malang Raya yang
meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu.
“Orang yang akan berkunjung ke Semeru, kemudian Api
Abadi, Malang dan sekitarnya. Itu adalah lokasi-lokasi yang beberapa tempat
diprediksikan berpotensi longsor,” sambungnya.
Berdasarkan laporan yang dihimpun Dit Lantas Polda Jatim,
Malang Raya menjadi daerah tujuan wisata favorit ketiga di Indonesia saat libur
panjang Idul Fitri 2026. Selain itu, kawasan Pacet Mojokerto perlu diwaspadai
oleh masyarakat.
Berkaca pada tahun sebelumnya, terjadi longsor dan banjir
bandang di jalur tanjakan saat libur panjang Idul Fitri hingga menewaskan
korban jiwa. Terbaru, akses jalan Ponorogo-Trenggalek ditutup total setelah Km
16 di Dusun Pacar, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek,
terjadi longsor pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
“Kami sudah koordinasi dengan Badan Geologi dan bersurat
kepada Pemerintah Trenggalek untuk kemudian jalur tersebut sekiranya aman atau
tidak untuk dibuka dan digunakan lalu lintas seperti biasa,” katanya.
Sebagai informasi, Jawa Timur menjadi salah satu provinsi
dengan pergerakan arus mudik tertinggi secara nasional. Tahun ini, diperkirakan
ada 27,9 juta pemudik yang akan datang ke Jawa Timur. Sementara pemudik asal
Jawa Timur diprediksi berjumlah 17,12 juta.
Puncak arus mudik dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang
pertama diprediksi terjadi tanggal 14-15 Maret dan kedua 18-19 Maret 2026.
Sementara arus balik terjadi pada 24-25 Maret 2026.
Aparat telah mengantisipasi lonjakan pemudik ini dengan
menerjunkan personel gabungan. Terdiri dari Polri (9.609 personel), TNI (1.313
personel), dan instansi lain (5.404 personel).







.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar