SIAGA-FM – Mendikdasmen Abdul Mu'ti tandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), di Kamis (26/2) lalu.
Pada kesempatan itu, hadir Ketua Basarnas, Marsekal Madya
TNI Mohammad Syafii; Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti; serta para
pejabat dari kedua belah instansi. Harapannya, melalui MoU tersebut semakin
kuat sinergi lintas intansi untuk membangun kesadaran keselamatan diri
masyarakat Indonesia yang tangguh bencana.
Mu’ti menuturkan, momentum ini sejalan dengan keinginan
Kemendikdasmen untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya keselamatan diri
kepada para murid dan guru di berbagai satuan pendidikan.
"Kita bisa bekerja sama menjadikan Search and Rescue
(SAR) sebagai salah satu ekstrakurikuler di sekolah", tuturnya.
Sementara itu, Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI
Mohammad Syafii, menyampaikan, sinergi ini penting mengingat Indonesia memiliki
sumber daya alam yang luar biasa namun berisiko tinggi terhadap bencana.
Ia menyebutkan, Indonesia menempati peringkat kedua di
dunia dalam hal potensi bencana, termasuk megathrust yang diperkirakan akan
terjadi dalam kurun waktu 100 tahun ke depan.
Katanya lagi, berdasarkan amanah undang-undang,
masyarakat tidak terdampak yang berada di sekitar lokasi bencana memiliki
kewajiban untuk melakukan tindakan awal sembari menunggu petugas.
Menanggapi pernyataan tersebut, Menteri Mu’ti mengatakan,
program kementerian memiliki kesamaan visi dengan Basarnas. Fokus utama
Kemendikdasmen adalah mendidik anak-anak untuk mengembangkan bakat dan minatnya
di berbagai bidang, tidak terkecuali kemampuan Search and Rescue (SAR) yang
sangat diperlukan untuk disinkronkan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler di
sekolah.
Menteri Mu’ti berharap agar pertemuan ini menjadi awal
untuk bersinergi menyelamatkan masyarakat yang memerlukan pertolongan. Kerja
sama ini juga menjadi upaya dalam mengembangkan kemampuan anak-anak Indonesia
agar dapat menjadi tim relawan Basarnas yang tangguh di masa depan.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menambahkan
bahwa kementerian memiliki satuan pendidikan aman bencana (SPAB) yang bisa
diselaraskan dengan Basarnas.
“Di kementerian, kita mempunyai Sekretariat Nasional
Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Jadi, nanti program ini juga bisa kita
bisa selaraskan,” ungkapnya.(SP)






.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar