Penguatan Kerja Sama Penanggulangan Bencana ASEAN di APC ke-7 - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad



Sabtu, 11 April 2026

Penguatan Kerja Sama Penanggulangan Bencana ASEAN di APC ke-7


SIAGA
-FM
– Pemerintah tegaskan komitmen dalam memperkuat kerja sama regional penanggulangan bencana.

 

Hal itu ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam 7th AADMER Partnership Conference (APC). Forum ini menjadi bagian dari implementasi ASEAN Agreement on Disaster Management and Emergency Response (AADMER), kerangka kerja regional dalam kerja sama, koordinasi, bantuan teknis, dan mobilisasi sumber daya di bidang manajemen bencana.

 

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku Ketua ASEAN Committee on Disaster Management (ACDM), dengan dukungan Sekretariat ASEAN dan AHA Centre, Gran Meliá Jakarta.

 

ACDM menggelar konferensi ini untuk mensosialisasikan AADMER Work Programme 2026–2030 kepada para mitra ASEAN dan pemangku kepentingan, menjajaki potensi kolaborasi pada bidang kepentingan bersama, serta memperoleh komitmen dan dukungan bagi implementasi program tersebut.

 

Konferensi APC ke-7 dihadiri lebih dari 150 peserta yang berasal dari negara anggota ASEAN, pusat dan entitas ASEAN, mitra dialog dan mitra pembangunan ASEAN, AADMER Partnership Group, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, organisasi internasional, organisasi nonpemerintah, lembaga keuangan internasional, sektor swasta, lembaga pemikir (think tank), serta kalangan akademisi.

 

Sekretaris Utama BNPB, Rustian, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi risiko bencana yang semakin kompleks akibat perubahan iklim. Ia juga menyampaikan pengalaman Indonesia dalam penanganan bencana, termasuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi serta penguatan sistem peringatan dini berbasis komunitas. 

 

“Konferensi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan dan memastikan bahwa implementasi AADMER dapat berjalan lebih efektif, responsif, dan adaptif terhadap tantangan ke depan,” ujar Rustian dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/4/2026).

 

Forum ini turut menekankan pentingnya pendanaan berkelanjutan, inovasi teknologi, serta keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan penanggulangan bencana. Para peserta sepakat bahwa kolaborasi erat antarnegara dan mitra menjadi kunci dalam membangun ketahanan kawasan ASEAN.

 

Dalam konferensi tersebut, sebanyak 37 negara dan organisasi mitra menyampaikan dukungan dan komitmen untuk bekerja sama dengan Komunitas ASEAN dalam mengimplementasikan AADMER Work Programme 2026–2030, dengan total dukungan mencapai sekitar USD25 juta.

 

Dukungan itu mencakup lima program prioritas, yaitu penilaian risiko, pemantauan, dan peringatan dini; pencegahan dan mitigasi; kesiapsiagaan dan respons; pemulihan tangguh; serta kepemimpinan global.(infopublik)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad