SIAGA-FM – Pemerintah tegaskan komitmen dalam memperkuat kerja sama regional penanggulangan bencana.
Hal itu ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam 7th
AADMER Partnership Conference (APC).
Forum ini menjadi bagian dari implementasi ASEAN
Agreement on Disaster Management and Emergency Response (AADMER), kerangka
kerja regional dalam kerja sama, koordinasi, bantuan teknis, dan mobilisasi
sumber daya di bidang manajemen bencana.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku Ketua ASEAN Committee on Disaster Management (ACDM), dengan dukungan
Sekretariat ASEAN dan AHA Centre, Gran Meliá Jakarta.
ACDM menggelar konferensi ini untuk mensosialisasikan
AADMER Work Programme 2026–2030 kepada para mitra ASEAN dan pemangku
kepentingan, menjajaki potensi kolaborasi pada bidang kepentingan bersama,
serta memperoleh komitmen dan dukungan bagi implementasi program tersebut.
Konferensi APC ke-7 dihadiri lebih dari 150 peserta yang
berasal dari negara anggota ASEAN, pusat dan entitas ASEAN, mitra dialog dan
mitra pembangunan ASEAN, AADMER Partnership Group, badan Perserikatan
Bangsa-Bangsa, Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, organisasi
internasional, organisasi nonpemerintah, lembaga keuangan internasional, sektor
swasta, lembaga pemikir (think tank), serta kalangan akademisi.
Sekretaris Utama BNPB, Rustian, menekankan pentingnya
sinergi lintas sektor dalam menghadapi risiko bencana yang semakin kompleks
akibat perubahan iklim. Ia juga menyampaikan pengalaman Indonesia dalam
penanganan bencana, termasuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi serta
penguatan sistem peringatan dini berbasis komunitas.
“Konferensi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat
kemitraan dan memastikan bahwa implementasi AADMER dapat berjalan lebih
efektif, responsif, dan adaptif terhadap tantangan ke depan,” ujar Rustian
dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/4/2026).
Forum ini turut menekankan pentingnya pendanaan
berkelanjutan, inovasi teknologi, serta keterlibatan masyarakat dalam setiap
tahapan penanggulangan bencana. Para peserta sepakat bahwa kolaborasi erat
antarnegara dan mitra menjadi kunci dalam membangun ketahanan kawasan ASEAN.
Dalam konferensi tersebut, sebanyak 37 negara dan
organisasi mitra menyampaikan dukungan dan komitmen untuk bekerja sama dengan
Komunitas ASEAN dalam mengimplementasikan AADMER Work Programme 2026–2030,
dengan total dukungan mencapai sekitar USD25 juta.
Dukungan itu mencakup lima program prioritas, yaitu
penilaian risiko, pemantauan, dan peringatan dini; pencegahan dan mitigasi;
kesiapsiagaan dan respons; pemulihan tangguh; serta kepemimpinan global.(infopublik)









.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar