Satu Saluran Informasi dan Penanganan Bencana, Libatkan Potensi Stakeholder - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad



Rabu, 01 April 2026

Satu Saluran Informasi dan Penanganan Bencana, Libatkan Potensi Stakeholder

 


SIAGA-FM – Beragam bencana telah berulangkali menimpa negeri ini. Setiap daerah nyaris merata mengalami bencana, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, kebakaran pemukiman penduduk, gempa bumi, banjir bandang dan tanah longsor, banjir lahar dingin gunung api, erupsi gunung berapi, hingga bencana lainnya yang bersifat lokal.

 

Pemerintah pusat hingga daerah pun harus berjibaku melakukan penanganan terhadap bencana yang melanda. Korban jiwa dan harta-benda pun berjatuhan. Bukan hanya itu, dampak pasca bencana terus menjadi persoalan baru di daerah-daerah yang terdampak. Kehilangan rumah tinggal, sekolah yang hancur, rumah ibadah yang roboh, menyebabkan terhambatnya aktivitas masyarakat. Semua itu, menjadi pemandangan umum ketika bencana datang menimpa.

 

Penanganan bencana, mulai dari langkah-langkah mitigasi; sebagai upaya mengurangi risiko terhadap kehidupan manusia itu sendiri, hingga penanggulangan di masa tanggap darurat serta masa-masa recovery, merepotkan banyak pihak, terutama pemerintah sebagai bentuk tanggungjawabnya kepada warga.

 

Bukan hanya itu, di lapangan pun terlihat kesulitan-kesulitan bagi masyarakat terdampak. Mulai dari masalah komunikasi, ekonomi, pendidikan, hingga untuk bertahan dalam keseharian pun menjadi bagian perjuangan warga melanjutkan hidupnya di tengah bencana.

 

Bagaimana kita bersikap dalam hal ini. Tidak selamanya penanganan bencana bisa langsung ditangani oleh pemerintah. Berbagai keterbatasan pun kita miliki bersama di lingkungan pemerintahan. Pendananaan, kelengkapan peralatan, kekuatan personel penanganan bencana, semuanya terbatas. Sementara di lain sisi, warga masyarakat pun memiliki keterbatasan dalam hal literasi kebencanaan itu sendiri.

 

Satu saluran komunikasi

Membangun literasi kebencanaan, adalah salah satu upaya penting yang mesti dilakukan di tengah masyarakat. Bukan harus dengan menyelenggarakan pelatihan dan penyuluhan secara pribadi untuk menjangkau warga. Cukup dengan melibatkan elemen-elemen warga yang nantinya akan meneruskankembangkan informasi peningkatan literasi kebencanaan hingga ke akar rumput.

 

Sementara itu, kehadiran elemen dan stakeholder kebencanaan yang menjamur di tiap daerah, adalah kekuatan utama yang bisa dimanfaatkan oleh pemerintah; dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai leading sector penanganan bencana. Kehadiran stakeholder kebencanaan seperti organisasi radio komunikasi darurat, potensi SAR, paguyuban warga sadar bencana, dapat disatukan dalam sebuah wadah kesatuan komunikasi.

 

Penyatuan wadah informasi tersebut, juga dapat dilakukan bersamaan dengan tergabungnya elemen lain seperti unsur pemadam kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja, institusi layanan kesehatan, serta unsur lainnya yang berkaitan dengan penanganan bencana serta mitigasi. Wadah komunikasi itu, dapat berbentuk saluran khusus radio komunikasi menggunakan repeater milik BPBD.

 

Selain itu, mengadopsi kemajuan teknologi komunikasi dua arah, setiap daerah [BPBD], dapat membentuk saluran baru menggunakan aplikasi dengan menggunakan radio HT berbasis internet. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi permasalahan jangkauan pendek dari radio HT Analog.

 

Adanya saluran yang sama, dapat mengatasi berbagai keterlamatan informasi penanganan bencana yang ada di daerah. Sebagai contoh, ketika terjadi kebakaran di satu titik, informasi yang beredar di saluran tersebut akan didengar oleh semua elemen. Setiap elemen akan bergerak sesuai dengan bidang kerjanya masing-masing. Tim pemadam bergerak, stakeholder lainnya menyiapkan hal lainnya seperti penyiapan layanan kesehatan di pusat-pusat layanan, bidang lainnya pun akan turut serta melakukan persiapan sesuai kapasitas.

 

Untuk penggunaan HT berbasis internet ini, kini sangat banyak aplikasi yang dapat dipakai oleh elemen daerah dalam hal komunikasi dua arah. Apklikasi Zello, Teamspeak3, Mumble, WalkieFleet, dan aplikasi lain yang sangat memudahkan komunikasi radio terbentuk.

 

Kiranya, dengan penyatuan wadah komunikasi seluruh stakeholder kebencanaan ini, dapat mengurangi kerja-kerja yang selama ini terbentur pada ruang-ruang berbeda di masing-masing elemen. Dan penanganan bencana, dapat dilakukan dengan lebih efektif karena semua elemen warga secara langsung dapat membantu tahapan dan prosesnya. (*)

Penulis: Nova Indra (Direktur P3SDM Melati, Pimpinan Alpha Rescue, Pegiat Literasi, Wartawan – Penulis)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad