SIAGA-FM – Data BNPB menunjukkan, lebih dari separuh satuan pendidikan di seluruh Indonesia terpapar lebih dari satu jenis ancaman bencana sekaligus.
Bagi warga sekolah, mengenali jenis ancaman yang
bisa muncul di lingkungan sekitar, adalah langkah pertama membangun budaya
sadar bencana.
Mengutip
dari laman kurikulum.kemendikdasmen.go.id, bencana pada dasarnya adalah
gangguan serius yang tidak bisa ditangani sendiri tanpa bantuan dari pihak
luar. Itulah mengapa membangun budaya sadar risiko perlu dimulai sejak dini,
termasuk dari bangku sekolah.
Lantas,
apa saja bencana yang bisa muncul di sekolah? Simak berikut ini!
Gempa bumi
Gempa bumi merupakan bencana alam yang paling sering
terjadi di Indonesia akibat posisinya yang tepat berada di pertemuan
lempeng-lempeng dunia.
Kondisi ini membentuk jalur gempa dengan ribuan titik
pusat gempa dan ratusan gunung berapi yang rawan di seluruh wilayah Indonesia.
Tsunami
Khusus di wilayah pesisir, gempa bumi yang terjadi di
laut dapat memicu gelombang laut besar atau tsunami, terutama pada gempa di
laut dalam yang diikuti deformasi bawah laut.
Selain itu, erupsi gunung berapi di laut juga dapat
memicu gelombang pasang, seperti yang pernah terjadi pada letusan Gunung
Krakatau.
Banjir
Banjir merupakan ancaman yang terjadi baik di perkotaan
maupun wilayah pegunungan, termasuk banjir rob akibat naiknya air laut.
Di kota besar, banjir sering dipicu oleh buruknya sistem
drainase dan padatnya pemukiman, sementara di wilayah pegunungan umumnya
terjadi akibat alih fungsi lahan hutan.
Tanah longsor
Bencana tanah longsor banyak terjadi di wilayah dengan
kemiringan lereng tinggi, terutama saat musim hujan dengan curah hujan tinggi.
Wilayah seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah menjadi daerah yang paling sering
terdampak bencana ini setiap tahunnya.
Epidemi dan wabah
penyakit
Epidemi adalah meningkatnya penyakit menular secara nyata
melebihi kondisi normal pada waktu dan daerah tertentu yang dapat menimbulkan
malapetaka.
Bencana ini berdampak serius berupa kematian dan
terganggunya roda perekonomian, sebagaimana yang pernah dialami Indonesia saat
pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.
Kebakaran
Kebakaran gedung dan permukiman sering dipicu oleh
kelalaian manusia seperti arus pendek listrik, kompor meledak, atau lilin yang tidak
diawasi.
Bencana ini kerap tidak disadari sebagai ancaman serius
di lingkungan sekolah, padahal risikonya sangat nyata terutama saat musim
kemarau tiba.
Selain itu, bahaya kebakaran hutan dan lahan, juga bisa
berdampak ke lingkungan sekolah. Asap yang ditimbulkan bahkan bisa mengganggu aktivitas
belajar mengajar.
Kegagalan
teknologi
Kegagalan teknologi terjadi akibat kesalahan desain,
pengoperasian, kelalaian, atau kesengajaan manusia dalam menggunakan teknologi
dan industri.
Dampaknya bisa berupa kebakaran, pencemaran bahan kimia,
paparan bahan radioaktif, hingga kecelakaan transportasi yang menimbulkan
korban jiwa.
Menghadapi segala kemungkinan bencana di atas, literasi
kebencanaan menjadi bekal penting bagi seluruh warga sekolah. (ist)









.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar