Update Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Tanah Datar, Ratusan KK Terdampak - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad



Jumat, 15 Mei 2026

Update Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Tanah Datar, Ratusan KK Terdampak


SIAGA
-FM
– Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang wilayah Kabupaten Tanah Datar. Bencana dipicu hujan lebat yang mengguyur sejak sore hingga malam pada Selasa, 12 Mei 2026.

 

Hingga Jumat (15/5/2026), tim Gabungan mencatat total 340 kepala keluarga di 16 nagari terdampak langsung oleh bencana yang tersebar di tujuh kecamatan. Tujuh kecamatan yang terdampak meliputi Lintau Buo, Lintau Buo Utara, Tanjung Emas, Padang Ganting, Salimpaung, Sungai Tarab, dan Tanjung Baru.

 

Sementara 16 nagari yang terimbas bencana adalah Buo, Taluak, Tigo Jangko, Pangian, Batu Bulek, Lubuak Jantan, Tajuang Bonai, Balai Tangah, Tepi Selo, Saruaso, Koto Tangah, Tanjung Barulak, Padang Ganting, Supayang, Pasie Laweh, dan Barulak.

 

Tercatat, 12 ruas jalan rusak berat dan 12 ruas lainnya rusak ringan, sementara enam unit jembatan putus, satu unit rusak berat, dan dua unit rusak sedang. Kerusakan juga menimpa 15 jaringan irigasi, tiga unit damparit, dan sembilan unit pompa atau kincir air.

 

Sektor permukiman menjadi yang paling parah terdampak. Data mencatat empat unit rumah hanyut, 19 unit rusak berat, 11 unit rusak sedang, dan 104 unit rusak ringan.

 

Data sementara dampak bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di Kabupaten Tanah Datar per 15 Mei 2026 (Foto: Dinas Kominfo Tanah Datar)

Selain itu, tiga unit sekolah dan 10 unit rumah ibadah turut mengalami kerusakan, sementara satu unit kendaraan roda dua dan tujuh unit kendaraan roda empat dilaporkan hanyut terbawa arus.

 

Sektor pertanian dan peternakan juga tak luput dari dampak bencana. Lahan pertanian yang terdampak mencakup sawah seluas 198,28 hektare dan ladang seluas 1,92 hektare, dengan 23 unit usaha UMKM ikut terdampak.

 

Pemerintah menegaskan angka-angka tersebut sewaktu-waktu dapat berubah sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Pendataan menyeluruh terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur OPD terkait di lingkungan Pemkab Tanah Datar.

 

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar saat ini tengah menjalankan masa tanggap darurat bencana selama 14 hari, terhitung 13 hingga 26 Mei 2026.

 

Posko utama penanganan bencana dipusatkan di kantor BPBD Tanah Datar, dengan posko pendukung di kantor camat masing-masing kecamatan terdampak untuk mempercepat distribusi bantuan kepada warga yang membutuhkan.(ist/rri)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad


banner