Antisipasi Bencana, Stasiun Klimatologi NTB Gelar Sekolah Lapang Iklim - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad



Selasa, 07 Juli 2026

Antisipasi Bencana, Stasiun Klimatologi NTB Gelar Sekolah Lapang Iklim

 


SIAGA-FM – Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat sukses menyelenggarakan kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) tingkat provinsi.

 

Acara yang mengusung tema "Informasi Iklim Untuk Antisipasi Bencana Hidrometeorologi" ini berlangsung pada Minggu, 5 Juli 2026 lalu, bertempat di Ujung Landasan Restaurant, Kabupaten Lombok Barat.

 

Kegiatan tersebut diadakan sebagai langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman masyarakat dan pemangku kepentingan terkait pemanfaatan informasi iklim secara akurat.

 

Melalui edukasi ini, diharapkan seluruh elemen daerah dapat lebih siap dan tanggap dalam memitigasi serta mengantisipasi potensi ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan yang kerap melanda wilayah NTB.

 

Mewakili Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB dalam sesi pemaparan materi, hadir sebagai salah satu narasumber utama, yaitu Kepala Bidang Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan Kesiapsiagaan (RRK) BPBD Provinsi NTB, Awan Darmawan, S.T., M.T.

 

Pada pemaparannya, Awan menekankan pentingnya sinergi antara data cuaca dan iklim dari BMKG dengan kesiapsiagaan sosiologis masyarakat di lapangan guna meminimalkan risiko dampak bencana.

 

Ia menekankan, informasi iklim merupakan komponen penting dalam PRB. Selain itu pemanfaatan Informasi iklim harus diterjemahkan menjadi Aksi Antisipatif yang cepat dan terkoordinasi.

 

Awan juga menjelaskan, sinergi BMKG, BPBD, Pemerintah Daerah, Dunia Usaha, Akademisi, Media, dan Masyarakat menjadi kunci peningkatan ketangguhan NTB terhadap Bencana Hidrometeorologi. Penguatan literasi iklim dan sistem peringatan dini berbasis dampak akan meningkatkan efektifitas penanggulangan bencana dimasa depan

 

"Kolaborasi data iklim yang presisi dari BMKG dan langkah mitigasi yang cepat dari BPBD serta masyarakat adalah kunci utama dalam menghadapi ketidakpastian cuaca saat ini." ungkapnya.

 

Acara yang berlangsung interaktif itu, dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan instansi terkait demi mewujudkan wilayah Nusa Tenggara Barat yang lebih tangguh terhadap bencana. (BPBD)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad


banner