Bencana Kekeringan Meluas, 10.000 Lebih Warga Alami Krisis Air di Jabar - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad



Senin, 06 Juli 2026

Bencana Kekeringan Meluas, 10.000 Lebih Warga Alami Krisis Air di Jabar

SIAGA-FM – Bencana kekeringan terus meluas ke enam kabupaten dan satu kota di Jawa Barat. Hingga awal Juli 2026, lebih dari 10.000 warga mengalami krisis air bersih akibat bencana alam tersebut.

 

Foto: Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menyalurkan bantuan air bersih bagi warga, Sabtu (4/7/2026). (BPBD Jabar)


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar menyebutkan, bencana kekeringan melanda Kabupaten Garut, Kabupten Bogor, Kabupten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Sukabumi.

 

Data BPBD Jabar mencatat, tidak ada lahan yang mengalami kebakaran akibat kekeringan. Namun, masyarakat di daerah yang terdampak bencana itu mengalami krisis air bersih.

 

Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar, Minggu (5/7/2026), menyatakan, bencana kekeringan melanda sejumlah desa di tujuh daerah tersebut sejak Mei 2026.

 

Lebih dari 10.000 warga yang mengalami krisis air bersih akibat terdampak bencana kekeringan di tujuh daerah tersebut,” kata Hadi.

 

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menurut Hadi, musim kemarau di Jabar diperkirakan terjadi hingga September 2026.

 

Hadi pun mengimbau masyarakat agar menghemat air karena potensi kekeringan  di Jabar bisa terus meluas. Masyarakat juga diminta tidak membakar lahan dan sampah secara sembarangan karena berpotensi memicu kebakaran lahan.

 

”Jajaran BPBD di daerah yang terdampak telah menerjunkan bantuan  air bersih demi memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana kekeringan. Total bantuan air bersih yang disalurkan kepada masyarakat lebih dari 155.000 liter,” tuturnya.

 

Sementara itu Prakirawan Stasiun Klimatologi Jabar, Vivi Indhira, memaparkan, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Jabar akan mengalami musim kemarau yang lebih kering dibandingkan kondisi klimatologis normal pada 2026.

 

Sebanyak 93 persen wilayah Jabar diperkirakan memiliki sifat hujan di bawah normal. Sementara itu, 93 wilayah, terutama di bagian utara Jabar, mengalami kondisi hujan normal.

 

Puncak musim kemarau di Jabar diprediksi terjadi pada Agustus 2026 dan mencakup sekitar 90 persen wilayah. Sementara itu, 8 persen wilayah di bagian timur dan utara mengalami puncak kemarau pada Juli dan 2 persen wilayah di bagian utara pada September.

 

”Dari sisi waktu, BMKG memperkirakan puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Jabar atau sekitar 90 persen akan berlangsung sesuai pola klimatologisnya,” ujarnya.(source: kompasid)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad


banner