Rawan Bencana, 15 Sekolah di Cianjur Segera Direlokasi - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad



Senin, 06 Juli 2026

Rawan Bencana, 15 Sekolah di Cianjur Segera Direlokasi


SIAGA
-FM
– Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengambil langkah strategis dengan merelokasi sejumlah sekolah dasar yang berada di wilayah rawan bencana.

 

Hasil verifikasi sementara menunjukkan, sekitar 15 satuan pendidikan berada di zona merah rawan bencana. Kondisi tersebut membuat bangunan sekolah tidak lagi layak dipertahankan di lokasi saat ini.

 

Dari hasil pendataan sementara, terdapat dua sekolah dasar yang menjadi prioritas relokasi pada tahun ini, yakni SDN Karya Mukti di Kecamatan Campaka dan satu sekolah dasar di Kecamatan Takokak.

 

SDN Karya Mukti menjadi perhatian khusus karena bangunannya telah dua kali mendapatkan bantuan rehabilitasi. Namun, pergeseran tanah yang terus terjadi menyebabkan kerusakan kembali dan meningkatkan risiko bangunan ambruk.

 

Sementara itu, sekolah di Kecamatan Takokak juga berada di wilayah yang kerap mengalami pergeseran tanah, sehingga dinilai tidak aman untuk kegiatan belajar mengajar dalam jangka panjang.

 

Selain dua sekolah tersebut, Disdikpora juga tengah mendata sekitar 13 sekolah lainnya, baik tingkat SD maupun SMP, yang berpotensi direlokasi karena berada di kawasan rawan bencana.

 

Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi lapangan terhadap sekolah-sekolah yang berada di zona rawan, khususnya di wilayah selatan Cianjur seperti Kecamatan Campaka, Takokak, dan Kadupandak.

 

"Sebagian besar sekolah yang direlokasi terletak di wilayah rawan bencana terutama pergeseran tanah dan longsor yang kerap melanda wilayah selatan Cianjur, sehingga kegiatan belajar mengajar siswa didik terancam," katanya di Cianjur, Minggu (5/7/2026) dikutip dari Antara.

 

Mengapa relokasi sekolah menjadi langkah mendesak? Ruhli menjelaskan, kondisi geografis di sejumlah wilayah selatan Cianjur membuat sekolah-sekolah di kawasan tersebut rentan terhadap bencana longsor dan pergeseran tanah.

 

Ruhli menegaskan, relokasi akan segera dilakukan setelah proses pendataan dan verifikasi lapangan selesai. Langkah ini dilakukan secara terencana dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

 

Proses relokasi tidak hanya mencakup pemindahan bangunan, tetapi juga penentuan lokasi baru yang benar-benar aman dari potensi bencana. Disdikpora memastikan, lokasi baru harus berada di kawasan yang aman dari potensi pergeseran tanah maupun longsor.(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad


banner