Kota Makassar Siapkan 15.520 Relawan Kencana dan Kaltana - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad



Senin, 13 Juli 2026

Kota Makassar Siapkan 15.520 Relawan Kencana dan Kaltana

 


SIAGA-FM – Sebagai garda terdepan penanganan bencana, BPBD Kota Makassar bentuk 15.520 relawan Kencana dan Kaltana. Ribuan relawan ini akan dikukuhkan oleh Walikota Makassar Munafri Arifuddin Selasa (14/7) besok.

 

Kepala Pelaksana BPBD Makassar Fadli Tahar di Makassar, menegaskan, pembentukan relawan ini merupakan langkah fundamental membangun ketangguhan dari sisi sumber daya manusia.

 

"Saat banyak daerah masih berfokus pada pembangunan infrastruktur kebencanaan, kami di Makassar mengambil langkah yang lebih mendasar dengan membangun manusianya," ujar Fadli.

 

Program Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) dan Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) ini merekrut 2.520 anggota yang berasal dari representasi masyarakat. Mereka dipersiapkan menjadi ujung tombak dalam mitigasi, kesiapsiagaan, respons awal, hingga pemulihan bencana di wilayahnya masing-masing.

 

Selain pengukuhan relawan, agenda kedua adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BPBD Makassar dengan 13 perguruan tinggi. Kerja sama ini menghadirkan pendidikan kebencanaan sebagai bagian dari pembelajaran akademik yang setara dengan 2–4 SKS.

 

Program pendidikan ini mencakup pelatihan mitigasi bencana, manajemen bencana, medis rescuevertical rescue, dan water rescue. Targetnya adalah melahirkan 13.000 mahasiswa yang memiliki kompetensi dasar penanggulangan bencana dan siap diterjunkan sebagai relawan kemanusiaan.

 

"Kami membangun dua lapis pertahanan sekaligus. Pertama, masyarakat melalui 2.520 anggota Kencana dan Kaltana. Kedua, generasi muda melalui 13 perguruan tinggi yang kami siapkan menjadi SDM kebencanaan. Inilah investasi yang manfaatnya akan dirasakan jauh melampaui hari ini," terang Fadli.

 

Dua kebijakan strategis itu, diluncurkan pada Apel Kesiapsiagaan Bencana 2026 yang digelar di kawasan MNEK. Fadli meyakini, langkah tersebut akan menjadi model penguatan ketangguhan daerah di Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim dan meningkatnya risiko bencana.

 

Fadli menekankan bahwa kekuatan terbesar sebuah kota bukan hanya terletak pada alat berat, kendaraan, atau teknologi, melainkan pada manusia yang siap bertindak.

 

"Kami ingin setiap kelurahan memiliki orang-orang yang mampu menyelamatkan lingkungannya sendiri, dan setiap kampus melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi kemanusiaan," ucapnya.

 

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan perguruan tinggi merupakan fondasi baru dalam membangun ketahanan daerah. "Ketangguhan tidak lahir ketika bencana datang, tetapi dibangun jauh sebelum bencana terjadi," pungkasnya.(source: republika/foto: Antara)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad


banner