Sesar Lembang, Ancaman yang Membayangi Bandung Raya - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad



Sabtu, 18 Juli 2026

Sesar Lembang, Ancaman yang Membayangi Bandung Raya



SIAGA-FM – Aktivitas Sesar Lembang masih terus mengancam kawasan Bandung Raya dengan  gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 hingga 7,0.

 

Patahan aktif sepanjang kurang lebih 29 km di sisi utara Bandung ini terus menjadi fokus perhatian para pakar geologi lantaran letaknya yang bersinggungan langsung dengan area pemukiman padat.

 

Melalui riset terbaru, otoritas terkait berupaya memetakan struktur patahan secara mendalam guna menyusun strategi mitigasi bencana yang lebih efektif bagi penduduk di sekitar wilayah terdampak.

 

Riset tersebut menggunakan berbagai metode geofisika, seperti Ground Penetrating Radar (GPR), geolistrik, geomagnetik detail, hingga metode geofisika dalam seperti gravity dan pemantauan gempa mikro. Pendekatan ini dilakukan untuk memetakan struktur patahan secara lebih akurat.

 

Dari hasil kajian tersebut, Badan Geologi membagi Sesar Lembang menjadi tiga segmen utama, yaitu segmen barat, segmen tengah, dan segmen timur.

 

Diketahui, segmen barat memiliki karakter patahan yang relatif tegak di permukaan, namun pada kedalaman yang lebih besar cenderung miring ke arah selatan. Sementara itu, segmen tengah menunjukkan struktur patahan yang juga tegak, tetapi memiliki karakter geologi yang berbeda dibandingkan segmen barat.

 

Adapun pada segmen timur ditemukan pola yang lebih kompleks. Data menunjukkan kemungkinan adanya dua pola kemiringan patahan, yakni miring ke arah utara di dekat permukaan, namun menjadi lebih tegak pada kedalaman yang lebih dalam.

 

Para peneliti juga menyoroti, risiko gempa di wilayah Sesar Lembang tidak hanya berasal dari guncangan utama, tetapi juga bahaya ikutan seperti gerakan tanah dan retakan permukaan.

 

Kondisi tersebut dinilai mirip dengan situasi di sekitar Sesar Cugenang yang memicu gempa Cianjur pada 2022. Daerah tersebut memiliki kesamaan kondisi geologi, yakni tersusun dari material rombakan gunung api muda yang relatif rapuh.

 

Selain faktor geologi, kerentanan bangunan yang tidak tahan gempa serta minimnya mitigasi juga dapat memperbesar dampak bencana jika gempa terjadi.

 

Oleh sebab itu, Badan Geologi menilai perlu upaya serius dalam pengurangan risiko bencana di kawasan sekitar Sesar Lembang, terutama melalui peningkatan mitigasi gempa dan kesadaran masyarakat terhadap potensi bahaya geologi di wilayah Bandung Raya.(source: cnbc)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad


banner