SIAGA-FM – Aktivitas Sesar Lembang masih terus mengancam kawasan Bandung Raya dengan gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 hingga 7,0.
Patahan aktif sepanjang
kurang lebih 29 km di sisi utara Bandung ini terus menjadi fokus perhatian para
pakar geologi lantaran letaknya yang bersinggungan langsung dengan area
pemukiman padat.
Melalui riset terbaru,
otoritas terkait berupaya memetakan struktur patahan secara mendalam guna
menyusun strategi mitigasi bencana yang lebih efektif bagi penduduk di sekitar
wilayah terdampak.
Riset tersebut menggunakan
berbagai metode geofisika, seperti Ground
Penetrating Radar (GPR), geolistrik, geomagnetik detail, hingga metode
geofisika dalam seperti gravity dan
pemantauan gempa mikro. Pendekatan ini dilakukan untuk memetakan struktur
patahan secara lebih akurat.
Dari hasil kajian
tersebut, Badan Geologi membagi Sesar Lembang menjadi tiga segmen utama, yaitu
segmen barat, segmen tengah, dan segmen timur.
Diketahui, segmen barat
memiliki karakter patahan yang relatif tegak di permukaan, namun pada kedalaman
yang lebih besar cenderung miring ke arah selatan. Sementara itu, segmen tengah
menunjukkan struktur patahan yang juga tegak, tetapi memiliki karakter geologi
yang berbeda dibandingkan segmen barat.
Adapun pada segmen timur
ditemukan pola yang lebih kompleks. Data menunjukkan kemungkinan adanya dua
pola kemiringan patahan, yakni miring ke arah utara di dekat permukaan, namun
menjadi lebih tegak pada kedalaman yang lebih dalam.
Para peneliti juga
menyoroti, risiko gempa di wilayah Sesar Lembang tidak hanya berasal dari
guncangan utama, tetapi juga bahaya ikutan seperti gerakan tanah dan retakan
permukaan.
Kondisi tersebut dinilai
mirip dengan situasi di sekitar Sesar Cugenang yang memicu gempa Cianjur pada
2022. Daerah tersebut memiliki kesamaan kondisi geologi, yakni tersusun dari
material rombakan gunung api muda yang relatif rapuh.
Selain faktor geologi,
kerentanan bangunan yang tidak tahan gempa serta minimnya mitigasi juga dapat
memperbesar dampak bencana jika gempa terjadi.








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar