SIAGA-FM – Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo, merespons gugurnya sejumlah petugas dan relawan saat menjalankan tugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo. Foto:
Naefuroji/MRI.
Firman meminta, pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh
terhadap sistem penanganan karhutla, terutama dalam aspek pencegahan,
koordinasi lintas instansi, dan perlindungan keselamatan personel di lapangan.
Menurut Firman, peristiwa tersebut menjadi peringatan
serius bahwa penanganan karhutla membutuhkan kesiapan personel, peralatan yang
memadai, serta sistem mitigasi risiko yang kuat. Keselamatan petugas dan
relawan harus menjadi prioritas dalam setiap upaya pemadaman.
“Gugurnya petugas dan relawan dalam penanganan karhutla
harus menjadi evaluasi serius bagi pemerintah. Pencegahan, koordinasi lintas
instansi, dan perlindungan keselamatan petugas harus diperkuat agar tragedi
serupa tidak terulang,” ujar Firman dalam keterangan pers beberapa hari lalu.
Ia menegaskan, pemerintah tidak boleh hanya berfokus pada
pemadaman ketika kebakaran sudah meluas.
Langkah pencegahan, sambungnya, harus diperkuat melalui
deteksi dini, patroli di kawasan rawan kebakaran, serta penegakan hukum
terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan.
Firman juga mendorong penguatan koordinasi antara
pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat terkait, Manggala Agni, dan
relawan.
Menurutnya, sinergi seluruh pihak sangat diperlukan untuk
mempercepat penanganan karhutla sekaligus meminimalkan risiko yang dihadapi
petugas di lapangan.
Selain upaya pencegahan, Firman meminta pemerintah
memberikan perhatian kepada keluarga petugas dan relawan yang gugur. Bentuk
perhatian tersebut dapat berupa bantuan dan santunan sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
“Negara juga harus memberikan perhatian kepada keluarga
korban sebagai bentuk tanggung jawab atas pengorbanan mereka. Jangan sampai
pengabdian para petugas dan relawan yang mempertaruhkan nyawa demi melindungi
masyarakat dan lingkungan tidak mendapatkan perhatian yang semestinya,” tegas Firman.
Firman menilai, tragedi tersebut harus menjadi momentum
untuk memperbaiki tata kelola penanggulangan karhutla secara menyeluruh.
Evaluasi perlu mencakup kesiapan personel, ketersediaan
peralatan, efektivitas koordinasi, hingga penerapan standar keselamatan dalam
operasi pemadaman.
Ia berharap, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan
dapat mengambil langkah konkret agar penanganan karhutla berjalan lebih efektif
dan aman.
"Dengan demikian, upaya melindungi kawasan hutan,
lingkungan, serta masyarakat tidak lagi harus dibayar dengan hilangnya nyawa
petugas dan relawan," tandas Firman. (dpr)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar