Pemadaman Karhutla Kalteng dan Sumsel Fokus Operasi Darat - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad



Kamis, 15 Oktober 2026

Pemadaman Karhutla Kalteng dan Sumsel Fokus Operasi Darat


SIAGA
-FM
– BNPB prioritaskan operasi pemadaman darat untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan.

 

Kedua provinsi tersebut masih mengalami kebakaran dengan tingkat keparahan tinggi, terutama di lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara api di bawah permukaan tanah.

 

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Pandjaitan mengungkapkan, luas area karhutla yang masih dalam penanganan di enam provinsi prioritas mencapai 663,61 hektare berdasarkan data per 13 Oktober 2026.

 

"Kita lihat bahwa Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan adalah dua provinsi yang memang menjadi titik poin kita sekarang, titik prioritas kita, lebih prioritas," kata Berton di Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

 

Ia menjelaskan, selain Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan, penanganan karhutla juga dilakukan di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Riau, dan Jambi. Namun, kondisi di empat provinsi tersebut relatif membaik sehingga fokus penanganan saat ini diarahkan pada dua provinsi dengan kondisi kebakaran yang masih berat.

 

“Per 13 Oktober, penanganan karhutla kami fokus pada Kalimantan Tengah maupun Sumatra Selatan, di mana kondisi karhutla di dua provinsi ini masih mengalami kebakaran berat,” ujar dia.

 

Berton menjelaskan, karakteristik lahan gambut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan lebih mendalam.

 

Karena itu, operasi darat menjadi prioritas untuk menjangkau sumber api di lapisan gambut sekaligus melakukan pendinginan secara menyeluruh.

 

Sementara itu, operasi udara tetap dilaksanakan sebagai bagian dari strategi penanggulangan, meskipun efektivitasnya terbatas untuk memadamkan api yang telah merambat ke bawah permukaan tanah.

 

"Operasi udara bisa memadamkan seketika tetapi tidak sampai ke dalam gambut. Jadi memang yang lebih efektif itu dari operasi darat,” ujar Berton.

 

Dalam pelaksanaannya, satuan tugas (satgas) darat melakukan pemadaman, penyekatan untuk mencegah api meluas, pendinginan di lokasi terdampak, serta pemantauan guna mendeteksi potensi kebakaran susulan.

 

Sementara itu, satgas udara melaksanakan pemantauan titik panas, verifikasi kondisi di lapangan, serta operasi modifikasi cuaca (OMC). Upaya mendatangkan hujan melalui OMC dilakukan dengan mempertimbangkan ketersediaan awan yang memungkinkan proses penyemaian.(infopublik)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad


banner