SIAGA-FM – BNPB prioritaskan operasi pemadaman darat untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan.
Kedua provinsi tersebut masih mengalami kebakaran dengan
tingkat keparahan tinggi, terutama di lahan gambut yang berpotensi menyimpan
bara api di bawah permukaan tanah.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan
Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Pandjaitan mengungkapkan, luas area karhutla
yang masih dalam penanganan di enam provinsi prioritas mencapai 663,61 hektare
berdasarkan data per 13 Oktober 2026.
"Kita lihat bahwa Kalimantan Tengah dan Sumatera
Selatan adalah dua provinsi yang memang menjadi titik poin kita sekarang, titik
prioritas kita, lebih prioritas," kata Berton di Kemenko Polkam, Jakarta,
Rabu (14/10/2026).
Ia menjelaskan, selain Kalimantan Tengah dan Sumatra
Selatan, penanganan karhutla juga dilakukan di Kalimantan Barat, Kalimantan
Selatan, Riau, dan Jambi. Namun, kondisi di empat provinsi tersebut relatif
membaik sehingga fokus penanganan saat ini diarahkan pada dua provinsi dengan
kondisi kebakaran yang masih berat.
“Per 13 Oktober, penanganan karhutla kami fokus pada
Kalimantan Tengah maupun Sumatra Selatan, di mana kondisi karhutla di dua
provinsi ini masih mengalami kebakaran berat,” ujar dia.
Berton menjelaskan, karakteristik lahan gambut membuat
proses pemadaman membutuhkan penanganan lebih mendalam.
Karena itu, operasi darat menjadi prioritas untuk
menjangkau sumber api di lapisan gambut sekaligus melakukan pendinginan secara
menyeluruh.
Sementara itu, operasi udara tetap dilaksanakan sebagai
bagian dari strategi penanggulangan, meskipun efektivitasnya terbatas untuk
memadamkan api yang telah merambat ke bawah permukaan tanah.
"Operasi udara bisa memadamkan seketika tetapi tidak
sampai ke dalam gambut. Jadi memang yang lebih efektif itu dari operasi darat,”
ujar Berton.
Dalam pelaksanaannya, satuan tugas (satgas) darat
melakukan pemadaman, penyekatan untuk mencegah api meluas, pendinginan di
lokasi terdampak, serta pemantauan guna mendeteksi potensi kebakaran susulan.
Sementara itu, satgas udara melaksanakan pemantauan titik
panas, verifikasi kondisi di lapangan, serta operasi modifikasi cuaca (OMC).
Upaya mendatangkan hujan melalui OMC dilakukan dengan mempertimbangkan
ketersediaan awan yang memungkinkan proses penyemaian.(infopublik)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar