SIAGA-FM – Langkah antisipasi bahaya banjir bandang dan tanah longsor di area Gunung Arjuno, Bromo, Ijen, hingga Tengger difokuskan menyongsong peralihan musim hujan.
Petugas padamkan api di karhutla Gunung Bromo pada
September 2026. ANTARA/Ananto Pradana
BNPB instruksikan
pemerintah daerah untuk mengecek dan membersihkan aliran sungai di kawasan
bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pelaksana Tugas
(Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton
Panjaitan menyebut, Kepala BNPB meminta seluruh pemerintah daerah (pemda)
terkait untuk segera berkoordinasi dan turun tangan bersama jajaran TNI dan
Polri.
"Kepala BNPB
meminta seluruh pemerintah daerah yang ada untuk segera membersihkan aliran
sungai dari material serta kayu bekas terbakar di kawasan Arjuno, Bromo, Ijen,
dan Tengger untuk mengurangi risiko luapan air dan longsor," jelas Berton
dalam konferensi pers secara daring, Jumat (23/10/2026) kemarin.
Berton menjelaskan,
tingginya curah hujan di pengujung tahun berpotensi menyumbat aliran sungai
dengan kayu dan sisa material terbakar dari kemarau lalu. Kondisi ini
meningkatkan risiko luapan air hingga bencana susulan.
Selain
menginstruksikan pemda dan aparatur keamanan untuk turun tangan, BNPB mengimbau
masyarakat sekitar aktif menjaga kebersihan sungai, termasuk tidak membuang
sampah sembarangan.
"BNPB akan
menginventarisasi kebutuhan tambahan dari pemerintah daerah dan mendukung
penanganan sesuai kebutuhan yang disampaikan kepada BNPB," imbuhnya.
BNPB turut
mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada relawan,
kelompok peduli api, serta seluruh pihak yang terlibat memadamkan api di
wilayah rentan selama musim kemarau.
"Keterlibatan
rekan-rekan peduli api dan relawan ini sangat membantu mengoptimalkan operasi
pemadaman api di lapangan. Terima kasih atas kontribusi nyata dalam
menyelamatkan komunitas maupun alam sekitar dari bahaya kebakaran,"
pungkasnya.(source: tirto)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar