6 Wilayah Pesisir Lampung Potensial Banjir Rob pada 10-13 November - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad



Minggu, 08 November 2026

6 Wilayah Pesisir Lampung Potensial Banjir Rob pada 10-13 November


SIAGA
-FM
– Potensi banjir rob di enam wilayah pesisir Provinsi Lampung perlu diwaspadai. Hal itu seiring peringatan dini BMKG pada 10–13 November 2026 untuk wilayah tersebut.

 

Diketahui, fenomena pasang maksimum air laut yang dipicu fase Bulan Baru diperkirakan mencapai puncaknya pada malam hari, sekitar pukul 20.00–21.00 WIB. Fase Bulan Baru diperkirakan terjadi pada 9 November 2026.

 

Fenomena tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum dalam beberapa hari berikutnya.

 

Enam wilayah yang berpotensi terdampak meliputi pesisir Bandar Lampung, Tanggamus, Lampung Selatan, Pesawaran, Lampung Timur, dan Lampung Barat.

 

Forecaster On Duty BMKG Stasiun Meteorologi Kelas IV Maritim Panjang, Ilham Agung Prayogo, mengatakan peningkatan pasang air laut perlu diwaspadai masyarakat, terutama mereka yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir.

 

"Fenomena fase Bulan Baru pada 9 November 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum pada 10-13 November. Kondisi ini perlu diantisipasi karena dapat memicu banjir pesisir atau rob di sejumlah wilayah Lampung," kata Ilham, Sabtu (7/11/2026).

 

Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya di kawasan pelabuhan, permukiman pesisir, dan sektor perikanan darat.

 

Aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan juga perlu diwaspadai karena kenaikan muka air laut dapat memengaruhi operasional di kawasan tersebut.

 

Ilham mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh potensi kenaikan air laut, terutama warga yang bermukim di kawasan pesisir dan daerah yang selama ini kerap terdampak banjir rob.

 

"Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir, untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode 10-13 November. Perhatikan kondisi lingkungan sekitar dan antisipasi kemungkinan masuknya air laut ke kawasan permukiman," ujarnya.

 

Warga diminta memantau informasi cuaca maritim BMKG juga meminta masyarakat yang beraktivitas di sekitar pantai dan pelabuhan untuk memperhatikan perkembangan kondisi pasang air laut selama periode peringatan dini.

 

Nelayan, pelaku usaha perikanan, serta masyarakat yang melakukan aktivitas bongkar muat di pelabuhan diharapkan mempertimbangkan kondisi perairan sebelum menjalankan kegiatan.

 

Ilham menegaskan, masyarakat perlu mengikuti informasi terbaru yang dikeluarkan BMKG agar dapat mengantisipasi dampak pasang maksimum.

 

"Masyarakat diimbau tetap waspada dan siaga, terutama pada waktu yang diprakirakan menjadi puncak pasang. Kami juga meminta warga rutin memantau pembaruan informasi cuaca maritim dari Stasiun Meteorologi Maritim Panjang," kata Ilham. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad


banner