SIAGA-FM – BNPB mencatat hingga Jumat (26/12/2025), 163 orang masih dinyatakan hilang akibat banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Warga Sungai Batang
Maninjau Kabupaten Agam sedang gotong royong membersihkan sisa bencana banjir
bandang. (Foto: Mayulis)
"Ada 163 nama
yang masih dalam pencarian," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan
Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers secara daring,
Jumat. Rinciannya, 31 orang masih hilang di Aceh, 60 di Sumatera Utara, dan 72
di Sumatera Barat.
Abdul Muhari memastikan,
pencarian korban hilang akan terus dilakukan, baik di Aceh, Sumatera Utara,
maupun Sumatera Barat.
"Basarnas
sudah menyatakan bahwa operasi pencarian masih terus dilakukan di beberapa
kabupaten/kota di tiga provinsi yang masih memiliki daftar nama korban
hilang," tegasnya.
Dalam kesempatan
itu, ia juga melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana Sumatera
bertambah menjadi 1.137 per Jumat.
Ia
menjelaskan, jumlah korban meninggal bertambah usai ditemukannya dua
jenazah di Aceh dan Sumatera Barat.
"Total korban
meninggal dunia, per hari ini, Jumat 26 Desember 225, menjadi 1.137 jiwa,"
ucapnya.
Dengan rincian,
sebanyak 504 korban meninggal dunia di Aceh, 371 di Sumatera Utara, dan
262 di Sumatera Barat.
Abdul menambahkan,
selain melakukan penanganan pascabencana, saat ini pemerintah juga sedang
melaksanakan pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap)
untuk para korban bencana Sumatera.(kompas)






.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar