SIAGA-FM – Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan, 1.990 orang wafat akibat rangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
"Setidaknya per 14 Januari, 1.990 yang wafat, yang
hilang 141 orang," ujar Tito dalam rapat penanganan pascabencana
Sumatera, Kamis (15/1/2026), dikutip dari YouTube Kompas TV.
Selain itu, bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan
ratusan ribu rumah, serta dampak luas terhadap fasilitas publik dan
pemerintahan daerah.
Tito menjelaskan, jumlah pengungsi yang semula mencapai
lebih dari 2 juta jiwa kini berkurang signifikan menjadi sekitar 131.500 orang
seiring proses penanganan dan pemulihan.
"Kalau kami boleh menyampaikan yang pertama, hanya
sekadar sideback sebentar bahwa bencana yang ada di Sumatera ini menyangkut
tiga provinsi hidronetrologi ini telah menimbulkan sejumlah kerugian dampak
kepada pemerintah maupun masyarakat," katanya.
Sementara dari kerusakan fisik, Mendagri mencatat
sebanyak 175.050 rumah mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat keparahan.
Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum turut
terdampak, mulai dari rumah ibadah, fasilitas kesehatan, gedung perkantoran,
hingga sarana pendidikan.
Tito menambahkan, dampak bencana tersebut dirasakan
hampir merata di wilayah terdampak. Tercatat sedikitnya 52 kabupaten dan kota
di tiga provinsi mengalami dampak langsung.





.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar