SIAGA-FM – Seluruh kabupaten/kota di wilayah Sumatera yang terdampak bencana, kini masuk fase transisi pemulihan.
Pelaksanaan tanggap darurat di Sumatera Barat menunjukkan
tidak adanya penambahan korban jiwa. Namun, masih terdapat 72 orang dinyatakan
hilang dan 10.854 jiwa mengungsi.
“Dukungan logistik, operasi udara, serta operasi
modifikasi cuaca tetap dilanjutkan sesuai rekomendasi kementerian dan lembaga
terkait,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI
Suharyanto, Rabu (14/1/2026) kemarin.
Sementara itu akses jalan nasional relatif telah
terhubung meskipun beberapa ruas seperti Padang Panjang–Sicincin masih bersifat
terbatas.
Penyesuaian kebutuhan alat berat terus dilakukan,
termasuk opsi pergeseran alat ke provinsi lain sesuai kebutuhan di lapangan.
Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi harus ditopang
oleh pendataan kerusakan multisektoral yang rinci, akurat, dan berbasis by name by address sebagai dasar
perencanaan dan pencairan bantuan.
Penyusunan dokumen teknis seperti Detail Engineering
Design (DED) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) didorong melibatkan konsultan dan
akademisi sesuai ketentuan.
Selain itu, pembaruan data pembangunan hunian sementara,
hunian tetap, serta dana tunggu hunian, perlu terus dilakukan secara dinamis.
Kendala utama yang masih dihadapi meliputi keterbatasan lahan dan
ketidaksesuaian data di beberapa daerah sehingga memerlukan validasi lanjutan,
termasuk penetapan zona aman bencana.
Suharyanto menegaskan, pemerintah pusat berkomitmen terus
mengawal percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumatera Barat melalui
kerja Satgas yang solid dan terkoordinasi.
Penetapan skala prioritas, penguatan koordinasi lintas
kementerian/lembaga, serta dukungan sumber daya disesuaikan dengan kebutuhan
daerah.(source: SINDOnews.com)






.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar