Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Masuk Fase Transisi Pemulihan - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad


Kamis, 15 Januari 2026

Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Masuk Fase Transisi Pemulihan


SIAGA
-FM
– Seluruh kabupaten/kota di wilayah Sumatera yang terdampak bencana, kini masuk fase transisi pemulihan.

 

Pelaksanaan tanggap darurat di Sumatera Barat menunjukkan tidak adanya penambahan korban jiwa. Namun, masih terdapat 72 orang dinyatakan hilang dan 10.854 jiwa mengungsi.

 

“Dukungan logistik, operasi udara, serta operasi modifikasi cuaca tetap dilanjutkan sesuai rekomendasi kementerian dan lembaga terkait,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Rabu (14/1/2026) kemarin.

 

Sementara itu akses jalan nasional relatif telah terhubung meskipun beberapa ruas seperti Padang Panjang–Sicincin masih bersifat terbatas.

 

Penyesuaian kebutuhan alat berat terus dilakukan, termasuk opsi pergeseran alat ke provinsi lain sesuai kebutuhan di lapangan.

 

Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi harus ditopang oleh pendataan kerusakan multisektoral yang rinci, akurat, dan berbasis by name by address sebagai dasar perencanaan dan pencairan bantuan.

 

Penyusunan dokumen teknis seperti Detail Engineering Design (DED) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) didorong melibatkan konsultan dan akademisi sesuai ketentuan.

 

Selain itu, pembaruan data pembangunan hunian sementara, hunian tetap, serta dana tunggu hunian, perlu terus dilakukan secara dinamis. Kendala utama yang masih dihadapi meliputi keterbatasan lahan dan ketidaksesuaian data di beberapa daerah sehingga memerlukan validasi lanjutan, termasuk penetapan zona aman bencana.

 

Suharyanto menegaskan, pemerintah pusat berkomitmen terus mengawal percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumatera Barat melalui kerja Satgas yang solid dan terkoordinasi.

 

Penetapan skala prioritas, penguatan koordinasi lintas kementerian/lembaga, serta dukungan sumber daya disesuaikan dengan kebutuhan daerah.(source: SINDOnews.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad