SIAGA-FM – Pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra Barat, dengan fokus utama pada empat lokasi vital untuk pemulihan.
Hingga Kamis kemarin, upaya pembangunan dipusatkan di
empat titik lokasi strategis guna memaksimalkan efisiensi dan cakupan
pemulihan.
Proyek percepatan huntara ini merupakan bagian dari
komitmen pemerintah untuk menyediakan tempat tinggal layak bagi korban bencana.
Dengan adanya hunian sementara ini, diharapkan warga
tidak lagi harus bertahan di pengungsian yang serba terbatas. Fokus pada
beberapa lokasi spesifik memungkinkan pengerjaan yang lebih terkoordinasi dan
cepat.
Total 618 unit huntara direncanakan akan dibangun di seluruh
Sumatra Barat untuk menampung warga yang membutuhkan. Sejumlah 117 unit di
antaranya telah diresmikan di Kabupaten Agam pada Minggu sebelumnya,
menandai kemajuan signifikan dalam program rehabilitasi pascabencana ini.
Sementara itu pembangunan huntara di Kecamatan Batipuh,
Kabupaten Tanah Datar, menunjukkan kemajuan dengan pekerjaan pemasangan rangka
atau struktur tambahan yang terus berlanjut.
Penyesuaian rangka pada area depan bangunan juga sedang
dalam tahap penyelesaian untuk memastikan konstruksi yang kokoh dan aman bagi
penghuni. Fokus pada detail ini penting untuk kualitas hunian sementara.
Lokasi lain di Tanah Datar, tepatnya di Jorong Kubu
Gadang, Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, telah memasuki tahap
pemasangan panel dinding.
Selain itu, penyempurnaan bukaan pintu dan jendela juga
sedang dilakukan, menandakan bahwa pembangunan huntara di titik ini bergerak
menuju tahap penyelesaian akhir. Kecepatan pengerjaan ini sangat diharapkan
oleh masyarakat.
Sedangkan di Kapalo Koto, Pauh, Kota Padang, tim pekerja
memusatkan perhatian pada pekerjaan pengecoran dan penataan area kerja.
Penataan ini krusial untuk mendukung aksesibilitas dan penyelesaian bagian
lingkungan huntara secara menyeluruh. Lingkungan yang tertata baik akan
memberikan kenyamanan lebih bagi warga terdampak bencana.
Di Nagari Puluik–Puluik, IV Nagari Bayang Utara, Pesisir
Selatan, pembangunan huntara juga telah memasuki fase pendirian rangka utama.
Struktur memanjang sudah berhasil berdiri di atas lantai
dasar, sementara proses perakitan rangka lainnya masih berlangsung. Tahap ini
merupakan fondasi penting sebelum pemasangan dinding dan atap dapat dilakukan
secara optimal.
Pemerintah menargetkan total 618 unit huntara akan
dibangun di Sumatra Barat untuk menampung warga yang terdampak bencana. Dengan
117 unit yang telah diresmikan di Agam, sisa unit lainnya terus dikebut
pengerjaannya. (Sumber berita dan foto: AntaraNews)





.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar