SIAGA-FM – Hingga saat ini, ada beberapa sekolah di Aceh Tamiang yang masih berjuang dalam upaya pemulihan pembelajaran.
Sekolah itu adalah SD Negeri Babo, Kabupaten Aceh
Tamiang. Pembelajaran di sekolah ini sebetulnya telah dimulai sejak 25 Desember
2025 lalu. Namun kondisi sekolah yang belum sepenuhnya pulih, membuat warga
sekolah masih melaksanakan kegiatan pembelajaran di tenda darurat.
Banjir menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas
sekolah. Beberapa ruang seperti ruang kelas, ruang kepala sekolah, dan aula
mengalami kerusakan total, sementara ruang komputer dan perpustakaan rusak
berat. Selain itu, MCK, halaman sekolah, dan gerbang sekolah turut terdampak
akibat genangan air dan lumpur.
“Selain bangunan, banyak sarana pembelajaran yang rusak
dan tidak bisa digunakan lagi, seperti laptop, alat peraga, perlengkapan
olahraga, dan alat kesenian. Hampir semuanya musnah akibat banjir,” ungkap
Kepala SDN Babo, Ahmad.
Meski menghadapi kondisi tersebut, SDN Babo tetap
berupaya melanjutkan layanan pendidikan dengan memanfaatkan tenda darurat
sebagai ruang kelas sementara. Dalam pelaksanaannya, satu tenda dibagi menjadi
dua ruang belajar untuk melayani seluruh jenjang kelas.
“Kami mengatur pembelajaran mulai pukul 08.00 sampai
10.00 WIB dengan fokus pada mata pelajaran inti seperti Matematika, Bahasa
Indonesia, dan IPAS. Selain itu, kami juga mendapat dukungan dari relawan yang
memberikan pendampingan dan trauma healing bagi peserta didik,” jelasnya.
SDN Babo telah menerima berbagai bantuan dari sejumlah
pihak, antara lain tenda darurat, seragam dan tas sekolah untuk peserta didik,
perlengkapan belajar, serta dukungan sarana pendukung pembelajaran. Bantuan
tersebut dimanfaatkan untuk menunjang keberlangsungan proses belajar mengajar
di masa tanggap darurat.
Ahmad menyampaikan, bantuan yang diterima sangat membantu
sekolah dalam menjaga aktivitas pembelajaran tetap berjalan.
“Bantuan yang kami terima dari berbagai pihak sudah kami
manfaatkan sepenuhnya untuk mendukung kegiatan belajar anak-anak di tengah
kondisi darurat,” ujarnya.
Saat ini, SDN Babo melayani 156 peserta didik dengan
dukungan 8 guru dan 2 tenaga kependidikan. Seluruh warga sekolah terus
berkolaborasi untuk menjaga semangat belajar siswa serta menciptakan suasana
pembelajaran yang aman dan kondusif di tengah keterbatasan fasilitas.
“Kami terus berupaya memulihkan kondisi pascabencana
dengan berkoordinasi bersama TNI untuk memberikan semangat kepada peserta didik
melalui kegiatan senam dan upacara. Kami berharap kunjungan ke tenda darurat
dapat terlaksana karena anak-anak masih menantikan dukungan dan perhatian,”
ujar Ahmad.
Dalam masa pemulihan, pihak sekolah masih membutuhkan
dukungan lanjutan, terutama terkait penyediaan ruang kelas relokasi agar
pembelajaran dapat kembali berjalan secara normal di gedung permanen.
“Kami berharap dapat segera direlokasi ke ruang kelas
yang layak sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal,” tutup
Ahmad. (SP)






.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar