Siaga Bencana; Pentingnya Penggunaan Radio Komunikasi Berbasis Internet di Satuan Pendidikan - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad


Minggu, 18 Januari 2026

Siaga Bencana; Pentingnya Penggunaan Radio Komunikasi Berbasis Internet di Satuan Pendidikan


SIAGA
-FM
– Penggunan Handy Talkie (HT) analog bukan sesuatu yang baru bagi masyarakat. Sejak dulu, HT analog dikenal sebagai alat komunikasi penting dalam berbagai hal, termasuk dalam operasi-operasi kemanusiaan dan kebencanaan.

 

Perkembangan teknologi HT kian hari kian tumbuh seiring teknologi maju saat ini. HT analog dengan pita frekuensi tertentu yang diatur oleh otoritas, dengan jarak jangkauan hanya sekitar 0.5km hingga 3km, kini telah beralih pada teknologi HT Digital dan HT berbasis internet.

 

“Menyikapi perkembangan teknologi maju di bidang peralatan radio komunikasi dua arah, kini penggunaan HT analog mulai dibackup oleh HT Digital dan HT berbasis internet, atau yang dikenal dengan DMR (Digital Mobile Radio) dan POC (PTT over Cellular). Kehadirannya DMR an POC, sangat membantu komunikasi jarak jauh dengan basis internet dalam segal bidang urusan kemanusiaan, termasuk untuk satuan pendidikan dalam kesiapsiagaan," demikian sebut Nova Indra, salah seorang pimpinan lembaga Alpha Rescue kepada awak media ini, Minggu (18/1/2026).

 

Disebutkan pegiat literasi sekaligus penulis itu, saat ini di berbagai daerah, urusan kemanusiaan dan kebencanaan telah menjadi perhatian berbagai pihak. Langkah mitigasi bencana, mulai merambah pada bidang pendidikan.

 

“Khusus di bidang pendidikan, sekolah-sekolah sebagaimana diatur dalam Permendikdasmen No 33 tahun 2019 tentang Sekolah Siaga Bencna, perlu memerhatikan pentingnya alat komunikasi radio sebagai penyangga tahapan komunikasi darurat,” sebut Direktur lembaga Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (P3SDM) Melati yang berbasis di Kota Malang Jawa Timur itu.

 

Kalau selama ini, sambungnya, penggunaan HT Analog dengan jangkauan pendek dapat digunakan untuk komunikasi darurat, kini dengan penggunaan POC atau DMR, maka jarak jangkau akan lebih luas tanpa batas.

 

“Dengan DMR dan POC, karena berbasis internet, tentunya jarak jangkauan tidak terbatas selagi sinyal internet masih ditangkap oleh perangkat tersebut,” jelasnya.

 

Lagian, lanjutnya, penggunaan HT berbasis internet, jauh lebih murah biayanya dibanding penggunaan HT Analog berupa Rig dengan antena yang tinggi agar jangkauan lebih jauh.

 

“Untuk Rig analaog, butuh antena yang tinggi dan tentunya akan memakan biaya lebih besar. Sedangkan untuk POC, tidak menggunakan antena eksternal. Cukup dengan perangkat yang terhubung ke jaringan internet saja,” jelas pemilik calsign 91KMAQP itu.

 

Di akhir perbincangan, Nova menyampaikan, saat ini lembaga Alpha Rescue yang bergerak di bidang sosial, edukasi dan tanggap bencana tersebut, sedang melakukan pendekatan ke berbagai lembaga pendidikan dalam rangka sosialisasi penggunaan radio komunikasi berbasis internet.

 

“Dalam waktu dekat kita akan lakukan sosialisasi ini ke sekolah-sekolah dan madrasah serta peguruan tinggi yang ada. Kita mulai dari yang terdekat,” pungkasnya. (key)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad