SIAGA-FM – Pernah melihat cahaya di langit dan suara dentuman saat gempa terjadi? Sebagian orang mengalaminya, dan hal itu dapat terjadi pada gempa-gempa dangkal.
Pemerhati gempa dan tsunami, Daryono, fenomena itu
disebut sebagai earthquake lightning, yakni kilatan cahaya yang kadang muncul
saat atau sebelum gempa besar.
“Pancaran cahaya itu berkaitan dengan gangguan medan
elektromagnetik akibat pelepasan energi gempa. Fenomena pencahayaan saat gempa
sebenarnya hal yang cukup lazim di berbagai tempat, bukan sesuatu yang mistis,”
ujar Daryono dalam keterangannya baru-baru ini.
Ia menegaskan masyarakat tidak perlu mengaitkannya dengan
teori konspirasi seperti proyek HAARP.
“Tidak perlu berpikir terlalu jauh. Ini aktivitas
gelombang elektromagnetik yang bisa dijelaskan secara ilmiah,” katanya.
Secara ilmiah, kilatan gempa diduga berkaitan dengan
tekanan ekstrem pada batuan saat patahan bergeser. Tekanan tersebut dapat
memicu pelepasan muatan listrik, baik melalui efek piezoelektrik maupun
pergerakan muatan positif dalam kristal batuan.
Muatan listrik yang naik ke permukaan kemudian
mengionisasi udara sehingga muncul cahaya mirip petir. Meski begitu, Daryono
menekankan bahwa fenomena ini relatif jarang dan biasanya terkait gempa besar
dengan karakter patahan tertentu.
Selain kilatan cahaya, gempa dangkal dengan hiposenter
kurang dari 10 kilometer juga dapat menimbulkan suara dentuman. Menurutnya,
gelombang seismik berfrekuensi tinggi dari sumber yang dekat permukaan bisa
terdengar seperti ledakan atau benda berat jatuh.
“Fenomena ini tidak selalu terjadi, tetapi lebih mungkin
muncul pada gempa dangkal di zona sesar aktif dan batuan keras. Yang penting
masyarakat tetap fokus pada keselamatan dan tidak terpengaruh informasi yang
tidak ilmiah,” pungkasnya.(ist)





.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar