Earthquake Lightning dan Dentuman Saat Gempa? Ini Penjelasannya! - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad


Senin, 23 Februari 2026

Earthquake Lightning dan Dentuman Saat Gempa? Ini Penjelasannya!

SIAGA-FM – Pernah melihat cahaya di langit dan suara dentuman saat gempa terjadi? Sebagian orang mengalaminya, dan hal itu dapat terjadi pada gempa-gempa dangkal.

 

Kilatan cahaya misterius membuat langit malam Meksiko berubah warna menjadi biru saat gempa berkekuatan 7.0 magnitudo mengguncang negara tersebut pada Rabu, 8 September 2021 dini hari. /Twitter

Pemerhati gempa dan tsunami, Daryono, fenomena itu disebut sebagai earthquake lightning, yakni kilatan cahaya yang kadang muncul saat atau sebelum gempa besar.

 

“Pancaran cahaya itu berkaitan dengan gangguan medan elektromagnetik akibat pelepasan energi gempa. Fenomena pencahayaan saat gempa sebenarnya hal yang cukup lazim di berbagai tempat, bukan sesuatu yang mistis,” ujar Daryono dalam keterangannya baru-baru ini.

 

Ia menegaskan masyarakat tidak perlu mengaitkannya dengan teori konspirasi seperti proyek HAARP.

 

“Tidak perlu berpikir terlalu jauh. Ini aktivitas gelombang elektromagnetik yang bisa dijelaskan secara ilmiah,” katanya.

 

Secara ilmiah, kilatan gempa diduga berkaitan dengan tekanan ekstrem pada batuan saat patahan bergeser. Tekanan tersebut dapat memicu pelepasan muatan listrik, baik melalui efek piezoelektrik maupun pergerakan muatan positif dalam kristal batuan.

 

Muatan listrik yang naik ke permukaan kemudian mengionisasi udara sehingga muncul cahaya mirip petir. Meski begitu, Daryono menekankan bahwa fenomena ini relatif jarang dan biasanya terkait gempa besar dengan karakter patahan tertentu.

 

Selain kilatan cahaya, gempa dangkal dengan hiposenter kurang dari 10 kilometer juga dapat menimbulkan suara dentuman. Menurutnya, gelombang seismik berfrekuensi tinggi dari sumber yang dekat permukaan bisa terdengar seperti ledakan atau benda berat jatuh.

 

“Fenomena ini tidak selalu terjadi, tetapi lebih mungkin muncul pada gempa dangkal di zona sesar aktif dan batuan keras. Yang penting masyarakat tetap fokus pada keselamatan dan tidak terpengaruh informasi yang tidak ilmiah,” pungkasnya.(ist)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad