SIAGA-FM – Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa lakukan kunjungan ke Posko Tanggap Bencana Kabupaten Probolinggo di Kantor Kecamatan Kraksaan, Senin (23/2/2026).
Gubernur Jawa Timur
Hj. Khofifah Indar Parawansa di Posko Tanggap Bencana Kabupaten Probolinggo.
(Foto : Kominfo/Sony Wahyu Wirawan)
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah menyerahkan
bantuan penanganan banjir dari Pemprov Jatim kepada Pemkab Probolinggo yang
diterima langsung oleh Bupati Haris didampingi Wabup Fahmi dan Forkopimda.
Bantuan yang diberikan meliputi 300 paket sembako, 10
meja lipat, 20 kursi lipat, 20 paket siap saji, 20 paket lauk pauk, 30 paket
tambahan gizi, 285 paket perlengkapan makan, 100 paket perlengkapan anak, 90
paket kebersihan, 70 terpal, 4.000 glangsing, 5 set pompa air, 48 jas hujan, 20
sepatu bot serta 100 bronjong untuk penguatan tanggul.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengatakan konsep
BBBD “Gercep” (gerak cepat) SAE yang diterapkan Pemerintah Kabupaten
Probolinggo sejatinya telah dirancang sejak lama sebagai sistem penanganan
bencana yang terpadu dan berbasis kecamatan serta desa.
Konsep tersebut lahir dari kondisi geografis Kabupaten
Probolinggo yang memiliki delapan Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan
karakteristik dan risiko berbeda di hampir seluruh kecamatan.
“Sebenarnya konsep BPBD Gercep SAE ini sudah kami siapkan
sejak lama. Konsepnya adalah gerak cepat, terpadu dan berbasis kecamatan dan
desa. Karena delapan DAS kita ini hampir merata di semua kecamatan dan semuanya
pernah memakan korban,” ujarnya.
Haris menjelaskan, pendekatan berbasis wilayah dinilai
penting agar respons lebih cepat, asesmen lebih akurat, mitigasi lebih dini
serta koordinasi tidak terputus. Dalam pelaksanaannya, Kepala BPBD sebagai
penanggung jawab bekerja secara kolaboratif bersama seluruh OPD dan Forkopimka.
“Harapannya respon lebih cepat, asesmennya lebih akurat,
mitigasi lebih dini dan koordinasi tidak terputus. Kolaborasi Forkopimka di
masing-masing wilayah ini luar biasa. Bahkan ketika sudah gelap pun teman-teman
di kecamatan tetap siaga memantau titik-titik banjir,” tegasnya.
Sementara Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar
Parawansa menegaskan komitmen Pemprov Jatim untuk mempercepat penanganan
infrastruktur terdampak, terutama kerusakan ringan dan normalisasi sungai
menjelang Idul Fitri.
“Sudah ditetapkan bersama Kepala BPBD, kita intervensi
yang rusak ringan dulu supaya cepat selesai. Yang rusak sedang menyesuaikan
kondisinya,” ujarnya.
Menurut Khofifah, koordinasi juga dilakukan dengan Dinas
Bina Marga dan instansi terkait sumber daya air untuk asesmen teknis jembatan
dan normalisasi sungai. “Normalisasi memang membutuhkan anggaran besar dan
hasilnya tidak selalu terlihat secara kasat mata, namun sangat penting untuk
mencegah banjir berulang,” tegasnya.
Ia juga menyebut Pemprov Jatim memiliki stok jembatan
modular yang dapat dipasang sewaktu-waktu, dengan catatan fondasi kanan-kiri
sungai disesuaikan dengan kontur tanah setempat.
“Insya Allah kami siap turun bersama Pemerintah Kabupaten
Probolinggo dan Forkopimda untuk mencari solusi terbaik bagi masyarakat,”
tambahnya.(ist)






.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar