Hadapi Peningkatan Angka Bencana, Penguatan Basarnas Dinilai Krusial - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad


Kamis, 12 Februari 2026

Hadapi Peningkatan Angka Bencana, Penguatan Basarnas Dinilai Krusial


SIAGA
-FM
– Penguatan kapasitas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya risiko bencana dan kecelakaan di Indonesia.

 

"Pagu anggaran Basarnas saat ini mencapai sekitar Rp1,6 triliun, meningkat dibanding sebelumnya, namun kebutuhan penguatan tetap besar mengingat tantangan kebencanaan yang semakin kompleks," kata Anggota I BPK RI Nyoman Adhi Suryadnyana saat wawancara cegat selepas sarasehan bertajuk “Penguatan Basarnas dalam Sistem SAR Nasional” di Kantor Basarnas Pusat Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis (12/2/2026).

 

Nyoman Adhi menyoroti hasil penelitian dari kalangan ahli seismologis yang menemukan bahwa Indonesia kini menghadapi sedikitnya 13 titik zona megathrust yang berpotensi memicu gempa skala besar, atau meningkat dari sebelumnya empat titik, serta ancaman bencana hidrometeorologi seperti siklon tropis yang kian sering terjadi.

 

BPK menilai dengan tantangan yang kompleks tersebut maka penguatan Basarnas tidak bisa hanya menyangkut aspek teknis operasional, tetapi juga memerlukan dukungan kebijakan, kelembagaan, serta pembiayaan yang memadai agar pelayanan pencarian dan pertolongan dapat berjalan optimal.

Adapun dalam sarasehan ini melahirkan beberapa usulan salah satunya terkait penerapan skema komunikasi satu data dan satu komando SAR, antara Basarnas, BNPB, TNI/Polri, Kementerian Perhubungan beserta kementerian/lembaga lainnya.

 

Skema satu komando ini diharapkan bisa berlaku aktif ketika menghadapi suatu kondisi tanggap darurat bencana maupun nonbencana seperti kecelakaan transportasi.

 

Nyoman mendukung usulan tersebut untuk dibahas lebih lanjut mengingat tantangan yang bakal dihadapi Basarnas ke depan menuntut kesiapsiagaan ekstra, baik aspek sumber daya manusia, infrastruktur, maupun sistem komando yang terintegrasi agar kesenjangan antara potensi risiko dan kapasitas respons dapat dipersempit.

 

Apalagi Basarnas saat ini baru memiliki 5.462 personel yang tersebar di 45 kantor SAR. Jumlah tersebut masih jauh dan kebutuhan untuk memberikan layanan pada 280 juta jiwa yang tersebar di lebih dari 5.000 pulau berpenghuni di seluruh wilayah Indonesia. (source: Antara)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad