SIAGA-FM – Mayoritas wilayah terdampak bencana di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh telah memasuki fase pemulihan.
Dari total 52 kabupaten dan kota yang terdampak, disebutkan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kini hanya dua daerah yang masih
berstatus tanggap darurat.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, dua daerah
tersebut berada di Provinsi Aceh, yakni Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Aceh
Tamiang.
Sementara wilayah lainnya, baik di Sumatra Barat maupun
Sumatra Utara, telah beralih ke fase transisi darurat menuju pemulihan.
“Dari 52 kabupaten kota terdampak di Sumatra, tinggal dua
kabupaten yang menetapkan atau melanjutkan status tanggap darurat, yaitu
Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Aceh Tamiang. Sementra yang lainnya, baik di
Sumatra Barat maupun di Sumatra Utara, semuanya sudah masuk dalam fase transisi
darurat ke pemulihan,” kata Suharyanto di Jakarta, baru-baru ini.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut menunjukkan arah
penanganan bencana yang semakin membaik di tingkat kabupaten dan provinsi.
Meski demikian, sejumlah persoalan di tingkat desa dan kecamatan masih
membutuhkan perhatian lanjutan.
“Artinya, meskipun masih banyak permasalahan di desa, di
kecamatan, tapi secara kabupaten, secara provinsi, semuanya sudah mengarah ke
arah yang lebih baik,” ujarnya.
BNPB juga mencatat penurunan signifikan jumlah pengungsi.
Pada puncaknya, yakni 8 Desember 2025, jumlah pengungsi mencapai lebih dari
satu juta jiwa.
“Jumlah pengungsi ini terjadi penurunan yang cukup
signifikan. Puncaknya tanggal 8 Desember 2025 sampai 1.057.482 jiwa,” kata
Suharyanto.
Dengan mayoritas wilayah terdampak bencana di Sumatra
Barat, Sumatra Utara, dan Aceh ini menjadi bukti kerja cepat pemerintah
membuahkan hasil. Harapannya, kini masyarakat mulai menjalani kehidupan dengan
lebih layak.(ist)






.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar