SIAGA-FM – Ketahanan sosial masyarakat menjadi satu aspek penting, dalam penanganan dan pemulihan pasca bencana.
Mahasiswa Sosiologi
Antropologi UNNES, Haslan Okta Sanjaya menyebut, ketahanan sosial tidak sekadar
tentang bertahan hidup. Namun menurutnya ini menjadi kemampuan masyarakat untuk
bisa melakukan recovery, pasca terjadinya suatu bencana.
“Mungkin ada
beberapa pemikiran orang yang menilai, ini sudah efisien atau nggak efisien
ketahanan sosialnya. Karena berbagai daerah itu ada kurangnya informasi,
kurangnya sosialisasi terhadap ketahanan sosial itu sendiri,” ujarnya dikutip
dari PRO 2 Semarang, Rabu (25/2/2026).
Haslan mencontohkan,
beberapa daerah yang sempat dilanda bencana seperti Aceh hingga Palu yang
sempat dilanda gempa bumi. Menurut Haslan sejumlah daerah tersebut sudah
menerapkan ketahanan sosial dengan baik, sehingga urgensinya dirasa cukup
penting untuk diterapkan.
“Karena ketahanan
sosial tidak selalu bergantung dari aspek manusianya sendiri, itu bisa dari
infrastruktur yang ada. Kayak kalau dari beberapa bencana yang ada banjir itu
harus ada tanggul, atau mungkin yang gempa harus ada bangunan yang tahan
gempa,” sebutnya.
Selain pada aspek
infrastruktur, Haslan juga menyebut pentingnya respon dari komunitas sosial
seperti RT dan RW. Hal ini cukup penting dalam hal pendataan penduduk, sehingga
bisa mendahulukan masyarakat yang membutuhkan pertolongan dan bantuan agar
cepat tertangani.
“Sebenarnya kalau
dibilang sudah paham, kita sebagai masyarakat kadang kurang peduli. Dari
pemerintah mungkin udah ngasih tahu di berbagai tempat rawan
bencana seperti banjir, tapi kita kadang acuh tak acuh,” pungkasnya.(ist)






.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar