SIAGA-FM – Wilayah Indonesia, rentan terhadap ragam bencana. Hal itu diketahui oleh seluruh masyarakat berbagai elemen. Namun, mengapa tingkat kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat sangat minim?
Pertanyaan itu mengemuka saat diskusi Program Sekolah
Siaga Bencana yang digelar oleh lembaga Alpha Rescue, Sabtu (21/2/2026) pagi
melalui media daring.
“Banyak kepala sekolah yang malah tidak tahu ada
peraturan yang mengikat terkait dengan Satuan Pendidikan aman Bencana (SPAB)
ini. Dan itu sangat disayangkan. Mereka menganggap, SPAB hanyalah program dari
pihak lain, padahal itu amanah Permendikbud Nomor 33 tahun 2019,” demikian
disampaikan Nova Indra, Direktur Alpha Rescue dalam diskusi tersebut.
Dijelaskannya, program Sekolah Siaga Bencana (SSB) bukan
sesuatu yang baru. Sejak enam tahun lalu, program ini seharusnya sudah booming di kalangan pelaku pendidikan.
“Ya, sangat disayangkan. Kepala-kepala satuan pendidikan,
bahkan leading sector yang mengurusi
ini seolah mengenyampingkan urusan SSB. Dan itulah tantangan yang harus kita
terobos. Memunculkan kesadaran elemen pendidikan adalah upaya yang terus harus
dilakukan,” tegasnya.
Pemilik callsign (tanda
panggil) 91KMAQP itu melanjutkan, SSB merupakan upaya satuan pendidikan dalam
menjamin keamanan warga sekolah dari dampak bencana yang dapat saja terjadi
kapanpun dan dalam bentuk apapun.
“Kompor gas di kantin sekolah juga bencana, siswa mengalami patah
atau jatuh saat jam pelajaran olahraga juga bencana. Dan biasanya itu
menimbulkan kepanikan. Saat sekolah sudah memahami apa itu SSB, maka akan lebih
mudah dalam penanganan. Jadi bukan hanya bencana besar seperti gempa bumi,
banjir bandang, atau erupsi gunung berapi saja,” imbuhnya menerangkan.
Karena itu, ia mengimbau kepada seluruh kepala sekolah, agar
menjadikan SSB sebagai program wajib di setiap satuan pendidikan.
“Semoga program kemanusiaan ini terus dapat kita jalankan. Dan ini
adalah upaya pengabdian kami di Alpha Rescue agar tercipta elemen-elemen
masyarakat yang sadar bencana,” pungkasnya. (*)





.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar