3700 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Segera Diperbaiki - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad


Senin, 09 Maret 2026

3700 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Segera Diperbaiki


SIAGA
-FM
– Fasilitas pendidikan yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) akan segera diperbaiki.

 

“Memang cukup banyak yang terdampak, baik PAUD, TK, SD, SMP, SMA. Ini sedang dikoordinasikan dan kita kumpulkan datanya dari pemerintah daerah,” kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Tito Karnavian dalam keterangan tertulis, Minggu (8/3/2026).

 

Tito menjelaskan, pemerintah telah mengklasifikasikan tingkat kerusakan sekolah, mulai dari rusak ringan, sedang, berat hingga bangunan yang hilang sama sekali. Perbaikan akan dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas.

 

“Yang mana rusak ringan, sedang, dan berat itu diklasifikasi. Nanti diperbaiki secara bertahap dengan skala prioritas,” ujar Tito.

 

Meski demikian, pemerintah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Sekolah yang mengalami kerusakan ringan dan sedang tetap digunakan sambil dilakukan perbaikan.

 

“Tapi yang utama pendidikan harus berjalan. Maka yang rusak ringan dan sedang diperbaiki sambil kegiatan sekolah tetap berlangsung,” ucap Tito.

 

Sementara itu, sekolah yang mengalami kerusakan berat kini memanfaatkan fasilitas darurat, seperti tenda belajar yang disediakan pemerintah bersama berbagai kementerian.

 

“Yang rusak berat ada yang masih belajar di tenda. Dari BNPB dan Kemendikdasmen juga ada tenda yang dilengkapi peralatan lainnya,” tutur Tito.

 

Menurut Tito, secara umum proses belajar mengajar di wilayah terdampak bencana hampir seluruhnya sudah kembali berjalan meskipun belum sepenuhnya ideal.

 

“Proses belajarnya hampir 100 persen sudah berjalan, tapi memang masih ada yang belum maksimal dan belum ideal,” kata Tito.

 

Berdasarkan data sementara, sekitar 3.700 satuan pendidikan terdampak bencana dan memerlukan penanganan lebih lanjut.

 

“Ada lebih kurang 3.700 di tiga provinsi ini yang harus dikerjakan semua dan itu tentu perlu waktu,” ujar Tito.

 

Ia menjelaskan sekolah umum seperti PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA dikoordinasikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sementara pendataan madrasah dan pondok pesantren dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag).(ist)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad