SIAGA-FM – BPBD Kab. Malang Jawa Timur pantau potensi bencana hidrometeorologi selama pengamanan Idulfitri.
Pemantauan dilakukan melalui posko pengamanan Hari Raya
Idulfitri yang beroperasi selama masa tanggap darurat bencana hidrometeorologi
di wilayah Kabupaten Malang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten
Malang, Sadono Irawan, mengatakan posko siaga bencana tetap melakukan
pemantauan intensif terhadap kondisi wilayah selama 24 jam.
"Selama pemantauan pada Minggu malam 15 Maret 2026
hingga Senin dinihari 16 Maret 2026, tercatat satu kejadian tanah ambles di
wilayah Kabupaten Malang," ucap Sadono, Senin (16/3/2026).
Selain memantau kejadian bencana, petugas posko juga
melakukan monitoring terhadap kondisi cuaca dan potensi dampaknya di seluruh
kecamatan.
"Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi,
Klimatologi, dan Geofisika, cuaca di wilayah Kabupaten Malang umumnya berawan
hingga hujan ringan dengan suhu berkisar 24 hingga 31 derajat Celsius,"
terangnya.
Selama periode pemantauan tersebut, tim posko juga
melakukan monitoring terhadap 33 kecamatan melalui jaringan komunikasi radio
VHF dan UHF, internet, serta layanan pesan singkat.
BPBD juga berkoordinasi dengan sejumlah posko lapangan di
wilayah Ngantang, Singosari, Tumpang, dan Tirtoyudo untuk memastikan respons
cepat apabila terjadi bencana.
"Selain itu, koordinasi juga kami lakukan dengan pos
siaga Idulfitri milik Polres Malang yang tersebar di sejumlah titik di
Kabupaten Malang," kata Sadono.
Dalam kegiatan lainnya, BPBD Kabupaten Malang turut
melakukan normalisasi sungai di Desa Sidoasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan,
guna mengurangi risiko banjir saat musim hujan.
Petugas juga menggelar latihan peningkatan kapasitas
penanganan darurat melalui kegiatan vertical rescue bersama komunitas relawan
di wilayah Malang Raya.(rri)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar