SIAGA-FM – Menurut data, 248 desa dan kelurahan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sudah berstatus Desa Tangguh Bencana (Destana). Namun kenyataannya, baru separuh yang memiliki struktur aktif. Hal itu berdasarkan Berdasarkan Indeks Desa Membangun dari Kementerian Desa.
“Ini menjadi pekerjaan
rumah bagi kami, untuk secara legal terbentuk struktur itu,” kata Kepala Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Edi Budi Susilo, Rabu (11/3/2026).
Baru dua bulan menjabat Kepala BPBD Jember, Edi memasang
target fasilitasi pembentukan struktur desa tangguh bencana dan kelurahan
tangguh bencana selesai pada Desember 2026.
“Kita lihat kalau nanti sampai Desember belum terbentuk
juga, baru ada kendala. Kalau hari ini saya lihat everything is okay. Semuanya
pasti bisa,” katanya.
Pembentukan desa dan
kelurahan tangguh bencana ini membutuhkan strategi.
“Saya sedang merumuskan
strategi-strategi bagaimana masalah bencana ini bukan milik BPBD saja. Bencana
ini milik kita semua. Persoalan yang ada di desa adalah persoalan masyarakat
desa juga. Kami membantu di sana,” kata Edi.
BPBD Jember akan
berkoordinas dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jember untuk membentuk
struktur aktif destana.
“Karena aturannya sudah
jelas ada, bahwa ada pelibatan pemerintah desa melalui Dana Desa, Pemerintah
desa harus harus mengalokasikan sekian persen dari DD itu untuk Desa Tangguh
Bencana,” kata Edi.(IST)






.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar