SIAGA-FM – BPBD Lampung tingkatkan status kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selama periode mudik Lebaran 1447 Hijriah tahun 2026.
Ancaman banjir dan tanah longsor masih membayangi
jalur-jalur mudik di wilayah yang menjadi gerbang utama penghubung Pulau Jawa
dan Sumatera ini.
Analis Kebencanaan BPBD Lampung, Wahyu Hidayat,
mengatakan pihaknya masih terus waspada sepanjang bulan Maret.
"Sepanjang bulan Maret ini sesuai prediksi BMKG
masih berada di fase musim hujan. Mungkin nanti akan melandai masuk April ya,
pertengahan April atau dasarian 1 atau 2 April mungkin kita sudah melandai ke
Pancaroba. Walaupun di ujung Maret kita masuk ke Pancaroba," kata Wahyu,
kepada RRI, Rabu kemarin.
Menurut Wahyu, bulan Maret tahun ini menghadirkan
tantangan bagi BPBD Lampung. Di satu sisi, wilayah ini masih berada di musim
hujan dengan potensi bencana hidrometeorologi. Di sisi lain, bulan suci Ramadan
juga diiringi dengan arus mudik Lebaran yang mobilitas masyarakat akan
meningkat drastis.
"Terutama kita ada dua ancaman sekaligus. Masih
berada di fase musim hujan, di mana ancaman turunnya hujan yang berpotensi
menimbulkan banjir masih sangat mungkin terjadi sepanjang bulan Maret. Dan di
Maretnya ada periode mudik yang kita harus memastikan itu aman," katanya,
menambahkan.
Dia menjelaskan Lampung sebagai gerbang Sumatera menjadi
daerah penghubung utama antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Periode Lebaran
dipastikan akan terjadi lonjakan volume kendaraan yang signifikan.
"Tentu di periode Lebaran ada mudik, lalu lintas
sangat padat dan naik drastis. Kita juga perlu untuk memberikan jaminan
keamanan bagi pemudik dari sisi ancaman bencana. Kerja-kerja itu terus
dilakukan, dimatangkan, dipersiapkan, termasuk monitoring dan koordinasi dengan
BNPB. Lampung memang on the spot pantauan oleh BNPB," ucap Wahyu.
BPBD Lampung menyoroti sejumlah jalur tertentu yang
berpotensi terganggu oleh intensitas hujan lebat. Gangguan bisa berupa banjir,
genangan air, hingga potensi tanah longsor di beberapa titik rawan.
Wahyu menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan pemahaman
risiko bencana bagi masyarakat, terutama yang akan melakukan perjalanan mudik.
Ia memberikan sejumlah imbauan.
"Pertama, tentu kita harus tahu informasi cuaca,
perubahan cuaca. Jangan sampai informasi cuaca dan perubahan cuaca itu sesuatu
yang gaib, tidak diketahui. Tiba-tiba kaget gitu ya. Jadi untuk membangun
kesiapsiagaan, kita harus punya informasi bencana yang lebih awal,"
ucapnya, menambahkan.
"Perilaku kita juga harus perilaku yang memahami
risiko bencana. Kita tidak boleh lagi terlalu gambling, bertaruh, 'ah ini
hujannya sedikit, ah ini hujannya sebentar, aku terus aja jalan' misalnya. Itu
berbahaya," katanya, menambahkan.
Wahyu juga mengingatkan masyarakat untuk melakukan
pemangkasan pohon yang rimbun atau rapuh di sekitar rumah. Pastikan
barang-barang yang mudah terbang terkena angin segera dirapihkan.
"Kita juga harus memahami konteks kewilayahan. Kita
paham bahwa lingkungan kita itu ada ancaman bencana apa saja. Banjir yang
barusan terjadi kemarin di hari Jumat juga menunjukkan kepada kita bahwa ada
titik-titik lokasi bencana baru yang sekian lama tidak pernah kebanjiran,
sekarang kebanjiran," ujar Wahyu.
Wahyu menekankan pentingnya setiap rumah tangga memiliki
rencana evakuasi mandiri. Mulai dari mengetahui arah lari ke tempat aman, jalur
evakuasi, hingga barang-barang apa saja yang harus dibawa saat bencana datang.
"Jadi kita harus tahu kalau ada banjir yang datang,
kita lari ke mana, ke arah yang aman. Termasuk menyelamatkan diri dan keluarga
ke tempat yang aman itu lewat mana, apa yang harus dibawa. Itu harus mulai
melakukan kerja-kerja evakuasi mandiri, bahkan di setiap rumah tangga. Jadi
punya rencana sendiri," ujarnya, menambahkan.
Dengan kesiapsiagaan yang ditingkatkan dan kerja sama
semua pihak, BPBD Lampung berharap arus mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan
aman dan lancar meskipun masih dalam ancaman potensi bencana hidrometeorologi.(rri)







.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar