SIAGA-FM – Desa Kupang, Kecamatan Pakem Kabupaten Bondowoso, Sabtu (21/3/2026) sore, dilanda tanah longsor dan banjir.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Kristianto
Putro Prasojo, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, laporan pertama
diterima pihaknya pada pukul 18.47 WIB dan 19.05 WIB, Sabtu (21/3/2026),
setelah dilakukan assessment di lapangan.
“Kami menerima laporan
dari warga dan perangkat desa terkait dua kejadian berbeda namun disebabkan
oleh faktor yang sama, yaitu curah hujan tinggi. Lokasi pertama adalah banjir
luapan yang menggerus bahu jalan di Dusun Krajan, dan lokasi kedua adalah
longsor yang menerjang rumah warga di Dusun Kotenga,” ujar Kristianto Putro
Prasojo saat dikonfirmasi, Minggu pagi dikutip dari beritajatim.
Dilaporkan, bencana banjir yang terjadi sekitar pukul
16.00 WIB ini mengakibatkan bahu jalan sepanjang 12 meter dengan lebar 4 meter
tergerus. Selain itu, plengsengan (tembok penahan tanah) sepanjang 3,5 meter
dengan tinggi 1,8 meter ambruk. Kondisi ini membuat akses jalan menuju RT 07 RW
01 membahayakan pengendara roda dua.
“Jembatan penghubung antar RT juga terdampak. Saat ini
akses jalan masih bisa dilalui kendaraan roda dua, namun sangat membahayakan
karena bahu jalan hilang dan gorong-gorong masih tertutup material banjir,”
tambah Kristianto.
Di lokasi lain, yaitu Dusun Kotenga RT 27 RW 07, material
longsor dengan ukuran panjang 8 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 5 meter masuk
ke dalam rumah milik warga bernama Maruci. Beruntung, dalam peristiwa yang
terjadi pada waktu yang bersamaan dengan banjir (Jumat siang) tersebut, tidak
dilaporkan adanya korban jiwa.
Menanggapi kejadian
tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Bondowoso bersama Agen Bencana Jawa Timur
dan pemerintah setempat, langsung melakukan assessment di lokasi kejadian.
Hingga saat ini, belum ada kendala signifikan yang ditemukan di lapangan.
“Kami telah melaporkan
kondisi ini kepada pimpinan untuk rencana tindak lanjut. Untuk material
longsoran di rumah warga, rencananya akan ditangani secara gotong royong oleh
warga setempat. Sementara untuk kerusakan jalan dan jembatan, kami masih
menunggu arahan lebih lanjut untuk penanganan permanen,” jelas Kristianto.
BPBD Bondowoso mengimbau
warga yang melintas di sekitar Dusun Krajan untuk meningkatkan kewaspadaan,
terutama saat melintasi jembatan penghubung dan ruas jalan yang tergerus.
Masyarakat juga diminta
untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah
Bondowoso dalam beberapa hari ke depan. (*)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar