SIAGA-FM – BPBD Jember petakan sejumlah titik rawan bencana selama arus mudik dan libur Lebaran. Jalur Gumitir hingga kawasan wisata pantai selatan, menjadi perhatian utama.
Kepala BPBD Jember
Edy Budi Susilo mengatakan, jalur Gumitir menjadi titik paling krusial karena
rawan longsor dan pohon tumbang yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas.
“Di Gumitir kami
dirikan pos pantauan bencana terpadu di kawasan Watukudang. Di sana disiagakan
TRC bersama relawan untuk antisipasi longsor dan pohon tumbang,” ujarnya Selasa
sore kemarin.
Sedikitnya, empat
kelompok relawan dilibatkan untuk memperkuat pengawasan di jalur penghubung
Jember–Banyuwangi tersebut.
Selain Gumitir,
BPBD juga mewaspadai sejumlah titik rawan banjir genangan dan luapan, seperti
di Bangsalsari dan Rambipuji.
“Meski diperkirakan
sudah masuk peralihan musim, potensi hujan masih ada. Titik-titik itu rawan
menyebabkan genangan yang bisa memicu kemacetan,” katanya.
Pengawasan juga
diperluas ke kawasan wisata yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung,
seperti Pantai Papuma dan Watu Ulo. BPBD akan melakukan patroli bersama tim
gabungan untuk mengantisipasi kecelakaan laut.
“Di lokasi wisata
sudah ada penjaga pantai, kami tambah dengan relawan kebencanaan untuk
penguatan pengawasan,” ungkapnya.
Selama masa siaga
Lebaran, BPBD menyiapkan 30 personel. Sebanyak 15 personel disiagakan setiap
hari, sementara sisanya dalam kondisi siaga panggilan untuk memperkuat
penanganan jika terjadi bencana.
Edy mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama dengan memantau prakiraan cuaca sebelum bepergian.
“Kalau diperkirakan hujan dengan intensitas tinggi,
sebaiknya perjalanan ditunda. Pengendara juga harus hati-hati dan patuh rambu,”
katanya.(IST/tadatodays)









.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar