SIAGA-FM – Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026, baru saja berlalu. Tanggal 26 April menjadi waktu yang ditetapkan sebagai momen penting tersebut sejak sepuluh tahun silam.
Menyigi persoalan kesiapsiagaan bencana, tentunya
merupakan suatu hal yang bersifat komprehensif. Bukan hanya menjadi domainnya
pemerintah, semua stakeholder dan otoritas terkait hingga lapisan masyarakat,
diharapkan bersatu-padu dalam mentikapi langkah mitigasi yang tepat untuk
setiap potensi kebencanaan.
Menyikapi hal tersebut, Dr. Suaidi Ahadi, Kepala BMKG
Kelas I Padang Panjang, Senin (27/4/2026) melalui sambungan telepon mengatakan,
rantai peringatan dini dari pihak otoritas, perlu disempurnakan melalui early action oleh semua stakeholder yang ada.
“HKB 2026 adalah momen di mana kita semua mampu
menyatukan konsep terkait dengan mitigasi bencana. Kami selaku otoritas yang
membidangi meteorologi, klimatologi dan geofisika, menyikapi
perlu penguatan pada Sektor Hilir di mana perlu adanya Early Respon atau Early Action dari Rantai
Peringatan Dini yang disampaikan. Sehingga rantai peringatan dini dapat
berjalan dengan baik yang bertujuan untuk keselamatan masyarakat,” demikian
sebut Dr. Suaidi kepada awak SiagaFM.
Dikatakannya, untuk early action atau early response
tersebut, tentunya akan berjalan bila seluruh stakeholder yang ada dapat
menyatukan konsep sesuai yang diharapkan.
“Misalnya, BMKG menyampaikan informasi terkait bibit
siklon, dan lainnya yang berkaitan dengan hidrometeorologi klimatologi dan
geofisika, nanti bagaimana kawan-kawan para stakeholder
menyikapinya. Langkah mitigasi yang tepat, akan berdampak luas pada upaya
penyelamatan masyarakat dari potensi bencana yang disampaikan,” ujarnya.
Untuk merealisasikan konsep-konsep hilirisasi rantai
peringatan dini menjadi early response
atau early action tesebut, disebutkan
Dr. Suaidi, perlu dilakukan gladi ruang/posko bersama seluruh stakeholder.
“Nah, solusinya adalah perlu latihan komunikasi antar stakeholder dan komunitas untuk menerima
rantai peringatan dini yang akan direspon
dalam bentuk aksi mitigasi bencana,” pungkasnya.
Sebelumnya, Dr. Suaidi yang turut hadir dalam peringatan HKB
2026 di Istana Gubernuran Sumbar menyampaikan, sejumlah penghargaan diberikan
oleh Gubenur Sumbar yang di wakili oleh Asisten 1.
Pada kesempatan itu, BMKG mendapatkan penghargaan untuk peran
aktif proses Rantai Peringatan Dini dan
OMC (operasi Modifikasi Cuaca) selama Masa Tanggap Darurat.(*)










.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar