Gempa Bitung dari Megathrust, 11 Gempa Susulan Terjadi Hingga Kini - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad



Kamis, 02 April 2026

Gempa Bitung dari Megathrust, 11 Gempa Susulan Terjadi Hingga Kini


SIAGA-FM – Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengungkap, gempa Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4) pagi, yang berlokasi di 1.25 derajat LU - 126,27 BT, merupakan jenis gempa megathrust.

 

Warga di Kota Bitung Sulawesi Utara panik pasca Gempa. (Ist-Foto courtesy sulawesion)

Menurutnya, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Subduksi Laut Maluku. Hasil analisis menunjukkan mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust).


"Kalau melihat kedalamannya cukup dangkal, 33 km, kalau kategori megathrust itu kan sampe kedalamannya sekitar puluhan kilometer, ini dangkal, di laut, dan ini termasuk megathrust ya, dari subduksi laut Maluku terhadap di wilayah Sulut," kata Rahmat dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Kamis (2/4/2026).


Jadi,sambungnya, subduksi laut Maluku yang menunjam ke wilayah Sulawesi Utara dan episenter ada di Punggungan Mayu.

 

“Dan kemudian cukup dangkal dan ini kategori sesar naik. Makanya ini tadi kami mengeluarkan warning karena sesar naik itu potensi menimbulkan tsunaminya sangat tinggi dibandingkan dengan yang mekanisme mendatar," imbuhnya.


Sementara itu Anggota Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) Daryono menjelaskan, gempa yang mengguncang Laut Maluku mengingatkan, kawasan ini bukan sekadar perairan biasa, melainkan salah satu zona tektonik paling kompleks dan aktif di dunia.


Menurut Daryono, Zona Laut Maluku tergolong unik karena berada dalam sistem subduksi ganda-lempeng yang "terjepit" dari dua arah.

 

Kondisi itu menciptakan tekanan luar biasa yang kerap dilepaskan dalam bentuk gempa bermekanisme sesar naik (thrust).

 

"Mekanisme inilah yang paling efektif dalam mengangkat dasar laut secara tiba-tiba, sehingga berpotensi memicu tsunami," ujar Daryono dalam keterangannya.

 

Sementara itu, setelah gempa utama, BMKG mencatat terjadi 11 gempa susulan.

 

“Hingga pukul 07:00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 11 aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock dengan magnitudo terbesar yaitu 5,5,” kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani.(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad