SIAGA-FM – BPBD Kota Bandung terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan perangkat daerah teknis, kewilayahan dan relawan dalam antisipasi potensi bencana.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota
Bandung, Amires Pahala, S.E. (Ist.)
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan
Kesiapsiagaan BPBD Kota Bandung, Amires Pahala, S.E., Senin (6/4/2026).
Dikatakan Amires, BPBD senantiasa menyebarluaskan
informasi peringatan dini di media sosisal dan grup-grup WhatsApp kewilayahan
untuk disebarluaskan kepada masyarakat agar waspada potensi bencana.
"Kita berharap masyarakat mewaspadai fenomena dan
anomali cuaca, khususnya di pancaroba atau peralihan musim hujan ke kemarau
ini," ungkap Amires.
Saat ini pihaknya berupaya memasang alat peringatan dini
di sejumlah lokasi rawan banjir. BPBD juga meningkatkan sistem terpadu
pemantauan cuaca serta sistem penyebar luasan informasi.
"BPBD senantiasa melaksanakan sosialisasi, edukasi
kepada masyarakat serta pelatihan baik yang terpogram oleh BPBD maupun yang
dilakukan mandiri. BPBD senantiasa melayanani permintaan edukasi, sosialisasi
dan pelatihan," ungkapnya.
Mengantisipasi potensi, Pemko Bandung menyiapkan enam tim
evakuasi bila terjadi bencana. Sesuai Perda RT/RW No. 5/2022, keenam lokasi
tersebut yakni Tegalellega, Lapangan Gasibu, GBLA, Sasana Budaya Ganesha,
Alun-alun Kota Bandung dan SOR arcamanik.
Kemudian, sesuai Perwal No. 29/2024 tentang rencana
detail tata ruang Kota Bandung, terdapat 35 lokasi titik kumpul. (ist)









.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar