Program Desa Tangguh Bencana di Kerinci Tertunda, Ini Penyebabnya - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad



Rabu, 08 April 2026

Program Desa Tangguh Bencana di Kerinci Tertunda, Ini Penyebabnya


SIAGA
-FM
– Akibat efisiensi anggaran sejumlah program prioritas di Kabupaten Kerinci terpaksa dihentikan, termasuk yang berkaitan langsung dengan upaya penanggulangan bencana.

 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kerinci Dedi Andizal menyampaikan, instansinya mengalami pengurangan anggaran hingga 70 persen. Pemangkasan tersebut berdampak pada dibatalkannya berbagai kegiatan penting, seperti sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat, serta rencana pembentukan Desa Tangguh Bencana pada 2026.

 

Menurut Dedi, kondisi ini menjadi tantangan besar, terutama karena Kerinci termasuk wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Potensi banjir bandang, tanah longsor, hingga angin kencang masih menjadi ancaman yang harus diantisipasi secara serius.

 

“Program edukasi dan mitigasi sebenarnya sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Namun dengan keterbatasan anggaran, tidak semua bisa dijalankan,” ungkapnya, Selasa 7 April 2026.

 

Ia menjelaskan, saat ini jumlah Desa Tangguh Bencana di Kerinci baru mencapai sekitar 24 desa dari total 285 desa yang ada. Padahal, program tersebut dinilai efektif dalam membangun kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana secara mandiri, terutama pada saat-saat awal sebelum bantuan datang.

 

Dedi menekankan, masyarakat merupakan pihak pertama yang menghadapi langsung dampak bencana. Oleh karena itu, penguatan kapasitas di tingkat desa menjadi hal yang sangat krusial.

 

Meski demikian, dengan kondisi anggaran yang terbatas, perluasan program tersebut belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap menurunnya kesiapan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

 

Pemerintah daerah pun diharapkan dapat mencari alternatif solusi agar program-program strategis di bidang kebencanaan tetap berjalan, sehingga perlindungan terhadap masyarakat di wilayah rawan tetap terjaga.(source: RRI)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad