SIAGA-FM – Akibat efisiensi anggaran sejumlah program prioritas di Kabupaten Kerinci terpaksa dihentikan, termasuk yang berkaitan langsung dengan upaya penanggulangan bencana.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Kabupaten Kerinci Dedi Andizal menyampaikan, instansinya mengalami
pengurangan anggaran hingga 70 persen. Pemangkasan tersebut berdampak pada
dibatalkannya berbagai kegiatan penting, seperti sosialisasi kebencanaan kepada
masyarakat, serta rencana pembentukan Desa Tangguh Bencana pada 2026.
Menurut Dedi, kondisi ini menjadi tantangan besar,
terutama karena Kerinci termasuk wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang
cukup tinggi. Potensi banjir bandang, tanah longsor, hingga angin kencang masih
menjadi ancaman yang harus diantisipasi secara serius.
“Program edukasi dan mitigasi sebenarnya sangat penting
untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Namun dengan keterbatasan
anggaran, tidak semua bisa dijalankan,” ungkapnya, Selasa 7 April 2026.
Ia menjelaskan, saat ini jumlah Desa Tangguh Bencana di
Kerinci baru mencapai sekitar 24 desa dari total 285 desa yang ada. Padahal,
program tersebut dinilai efektif dalam membangun kemampuan masyarakat dalam
menghadapi bencana secara mandiri, terutama pada saat-saat awal sebelum bantuan
datang.
Dedi menekankan, masyarakat merupakan pihak pertama yang
menghadapi langsung dampak bencana. Oleh karena itu, penguatan kapasitas di
tingkat desa menjadi hal yang sangat krusial.
Meski demikian, dengan kondisi anggaran yang terbatas,
perluasan program tersebut belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Hal
ini menimbulkan kekhawatiran terhadap menurunnya kesiapan masyarakat dalam
menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Pemerintah daerah pun diharapkan dapat mencari alternatif
solusi agar program-program strategis di bidang kebencanaan tetap berjalan,
sehingga perlindungan terhadap masyarakat di wilayah rawan tetap terjaga.(source:
RRI)









.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar