20 Tahun Gempa Jogja-Jateng, Diperingati dengan Penguatan Kesiapsiagaan - Siaga | Cerdas & Informatif

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad



Sabtu, 23 Mei 2026

20 Tahun Gempa Jogja-Jateng, Diperingati dengan Penguatan Kesiapsiagaan


SIAGA
-FM
– Dua puluh tahun Gempa Bumi Yogyakarta dan Jawa Tengah resmi diperingati pada Jumat (22/5/2026).

 

Rangkaian kegiatan berfokus pada penguatan kesiapsiagaan bencana sekaligus pemulihan sosial-ekonomi para penyintas.

 

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama PT Taman Wisata Candi dan EDRR Indonesia.

 

Peringatan ini tidak hanya menjadi momentum refleksi atas gempa besar yang mengguncang Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 27 Mei 2006, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat budaya tangguh bencana melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor (pentahelix), yang melibatkan pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.

 

Rangkaian kegiatan hari pertama dipusatkan di SMAN 1 Kalasan, Kabupaten Sleman, melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). 

 

Para peserta mendapatkan materi mengenai potensi bahaya gempa bumi, prosedur evakuasi, sistem pelaporan melalui aplikasi Jogja Digdaya, hingga simulasi kebencanaan.

 

Dalam kesempatan tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Lilik Kurniawan, menekankan pentingnya penguatan kesiapsiagaan di lingkungan pendidikan sebagai upaya mengurangi risiko bencana sejak dini.

 

Ia menambahkan, momentum ini turut dimanfaatkan untuk mendorong pemulihan ekonomi penyintas melalui partisipasi dalam kegiatan berbasis komunitas. 

 

"Dalam kesempatan ini kami mengajak para penyintas gempa Jogja untuk berpartisipasi di pasar penyintas sebagai upaya menaikkan ekonomi mereka," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (22/5/2026).

 

Pada kesempatan tersebut, pemerintah juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai berkomitmen dalam pelaksanaan program SPAB di Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, BPBD DIY, serta EDRR Indonesia. 

 

Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi dalam mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanganan darurat di satuan pendidikan. 

 

Country Director for Government Relations EDRR Indonesia, Rakyan Adibrata, menilai SPAB sebagai investasi jangka panjang dalam membangun keselamatan generasi muda melalui pendidikan kebencanaan yang berkelanjutan.

 

EDRR Indonesia menyatakan keterlibatannya dalam kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap penguatan sistem penanggulangan bencana dan pemulihan berbasis masyarakat di Indonesia.(*/kontanid)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad


banner