SIAGA-FM – Hujan deras disertai angin kencang landa wilayah Kabupaten Sukabumi memicu sejumlah bencana alam di beberapa kecamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten
Sukabumi mencatat kejadian banjir, tanah longsor hingga rumah
rusak akibat cuaca ekstrem pada periode 14-15 Mei 2026.
Bencana di Cisaat
sebabkan rumah warga rusak
Di Kecamatan Cisaat, tepatnya di Kampung Jambatan RT
33/04 Desa Sukasari, cuaca ekstrem menyebabkan satu rumah warga mengalami rusak
sedang pada bagian tengah bangunan dan dapur.
“Cuaca ekstrem hujan deras disertai angin mengakibatkan
satu rumah roboh rusak sedang di bagian tengah rumah dan dapur,” kata Manager
Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna, Jumat (15/5/2026).
Rumah tersebut diketahui milik warga bernama Titing.
Beruntung tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Warga terdampak
banjir dan longsor di Bojongkokosan
Selain di Cisaat, banjir dan longsor juga menerjang
Kampung Bojongkokosan RT 003/006 Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda. BPBD
mencatat sebanyak enam kepala keluarga atau 25 jiwa terdampak akibat bencana
tersebut.
“Hujan deras mengakibatkan banjir dan longsor, empat
rumah terendam banjir serta dua rumah terancam longsor,” ujar Daeng Sutisna.
Selain merendam rumah warga, longsor juga merusak satu
kolam ikan milik warga bernama Jaenal Mutaqin. Petugas gabungan dari P2BK,
Tagana, TNI, Polri dan pemerintah desa telah diterjunkan ke lokasi untuk
melakukan asesmen serta penanganan awal.
Longsor di Ciambar
Bencana longsor juga terjadi di Perum BMI 3 RT 006/009
Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar. Tebing setinggi delapan meter ambruk dan
menimpa rumah warga hingga mengalami rusak berat pada bagian kamar dan dapur.
Akibat kejadian itu, satu keluarga yang terdiri dari lima
jiwa terpaksa mengungsi. “Hujan deras dengan intensitas tinggi mengakibatkan
tanah longsor tebing dan menimpa satu unit rumah,” sambungnya.
Sementara di Kecamatan Gunungguruh, longsor menyebabkan
akses jalan lingkungan di Kampung Legok Nyenang Desa Cikujang tidak dapat
dilalui kendaraan roda dua setelah tembok penahan tanah ambruk sepanjang enam
meter.
Pihaknya mengimbau agar warga waspada terhadap potensi
bencana di sepanjang musim peralihan dari penghujan ke kemarau ini.(ist/IDNtimes)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar