SIAGA-FM – Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang masih berpotensi hingga hari ini.
Imbauan itu sejalan
dengan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II El
Tari Kupang periode Sabtu hingga Senin (16–18/5/2026).
Kepala Stasiun
Meteorologi Kelas II El Tari Kupang Sti Nenotek menjelaskan, meski sebagian
besar wilayah NTT saat ini mulai memasuki awal musim kemarau, kondisi atmosfer
masih mendukung terjadinya pembentukan awan hujan di sejumlah daerah.
Menurutnya,
pertumbuhan awan hujan memang mulai berkurang dan angin monsun timur telah
aktif. Namun, terdapat faktor atmosfer lain yang masih memengaruhi cuaca di
wilayah NTT.
“Terpantau aktifnya
Gelombang Atmosfer Rossby dan Madden-Julian Oscillation (MJO) yang memberikan
dampak terhadap kondisi cuaca di wilayah NTT,” jelasnya.
Selain itu, kelembapan
udara pada lapisan 850 hingga 500 mb juga terpantau cukup tinggi, yakni
berkisar antara 70 hingga 90 persen. Kondisi tersebut dinilai mendukung
pertumbuhan awan hujan secara vertikal di sejumlah wilayah.
BMKG mengingatkan
masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat yang berpeluang terjadi di
sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Kupang, Belu, Ngada, Manggarai,
Manggarai Barat, Manggarai Timur, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata,
Alor, serta wilayah Pulau Sumba.(*)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar