SIAGA-FM – Perjalanan rangkaian kegiatan Satu Abad Gempa Padang Panjang 1926, kian berkibar. Sejumlah rangkaian kegiatan terus digeber oleh masing-masing lembaga inisiator. Salah satunya adalah penyiapan jalur Geo-Tracking Patahan Sumatra.
Disampaikan Dekan Fakultas Sains Teknologi dan Pendidikan
Universitas Taman Siswa, Dr. Osronita kepada media Siaga-FM, Jumat (29/5/2026)
melalui pesan singkat, jalur Geo-Tracking Patahan Sumatra saat ini sudah
berprogres di lapangan.
“Alhamdulilah. Ecopark TAN KAYO [sudah] setuju untuk
pemasangan Panel Edukasi Jalur Geo-Tracking Patahan Sumatra. Titik lokasi
Kalayau Cafe di Talago Koto Baru juga oke. Dan kita akan lanjutkan untuk
titik-titik lainnya sepanjang jalur,” ujar tokoh pendidikan itu.
Disebutkan Osronita, saat ini, untuk daerah Malalo,
pendekatan yang dilakukan untuk lokasi yang telah ditetapkan, dirinya bersama
tim sudah membicarakan dengan sejumlah stakeholder
dan masyarakat setempat.
“Alhamdulilah. Ecopark TAN KAYO [sudah] setuju untuk
pemasangan Panel Edukasi Jalur Geo-Tracking Patahan Sumatra. Dan kita akan
lanjutkan untuk titik-titik lainnya sepanjang jalur,” ujar tokoh pendidikan itu.
Nantinya, sambung Osronita, akan disiapkan juga oleh
kawan-kawan Kelompok Siaga Bencana (KSB) Nagari Padang Laweh Malalo berupa
sampan untuk masyarakat dan pengunjung yang ingin mengetahui jalur-jalur yang
ada.
“Jadi, jalur ini akan benar-benar menjadi ruang baru
untuk edukasi warga sekaligus objek wisata alam yang mendukung pengetahuan
tentang Patahan Besar Sumatra, terutama Segmen Sumani dan Sianok,” imbuhnya.
Diketahui, rangkaian kegiatan Satu Abad Gempa Padang
Panjang 1926, digelar sebagai ajang refleksi bersama sekaitan dengan upaya
membangun mitigasi bencana yang lebih merakyat.
Sejumlah kegiatan seperti FGD Satu Abad Gempa Padang
Panjang, Seminar Mitigasi Bencana, Gladi Posko/Lapang Sekolah dan Madrasah Siaga
Bencana, serta sejumlah kegiatan lainnya, kini terus digelar oleh masing-masing
lini inisiator.
“Semoga rangkain kegiatan ini berjalan lancar. Dan tujuan
kita untuk membangun mitigasi serta edukasi warga melalui refleksi Satu Abad
Gempa Padang Panjang 1926 dapat tercapai,” pungkas Osronita. (*)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar