SIAGA-FM – Kerugian akibat bencana di Indonesia mencapai angka yang sangat besar setiap tahunnya. Hal ini menjadi alasan pentingnya penguatan upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana di daerah.
Sosialisasi Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana
Daerah Tahun 2026 di Batam. (Foto: Renita/RRI)
Untuk itu, pemerintah daerah perlu serius dalam membangun
sistem penanggulangan bencana yang terencana. Hal itu disampaikan Analis
Kebijakan Ahli Madya BNPB, Novi Kumalasari di Batam kemarin.
Menurutnya, biaya yang dikeluarkan untuk rehabilitasi dan
rekonstruksi pascabencana jauh lebih besar dibandingkan upaya pencegahan sejak
awal.
“Nah ini rata-rata data Kementerian Keuangan ternyata
bencana itu rata-rata kerugiannya per tahun sampai dua puluh dua triliun,” kata
Novi dikutip dari RRI.
Novi menjelaskan, kerugian tersebut berasal dari berbagai
jenis bencana yang terjadi di Indonesia, mulai dari banjir, kebakaran hutan,
hingga gempa bumi dan tsunami.
Upaya pengurangan risiko bencana, katanya, harus menjadi
prioritas bersama karena dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga
memengaruhi pembangunan daerah.
Menurutnya, langkah mitigasi yang tepat dapat mengurangi
dampak kerusakan maupun kerugian ekonomi yang ditimbulkan akibat bencana.(ist/*)








.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar